IKLAN YARA

Pengacara Bantah Terkait EDCCash Disebut Rugikan 52 Ribu Orang

oleh -57.489 views
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Abdullah Al Katiri, pengacara dari top leader EDCCash, AY dan S, membantah pernyataan Bareskrim soal kliennya merugikan 52.000 mitra EDCCash.

Abdullah mengatakan sebagian besar mitra tak merasa dirugikan.

“Pihak kepolisian menyatakan bahwa ada sekitar 52 ribu mitra EDCCash telah dirugikan oleh EDCCash atau Saudara AY dan istrinya S karena EDCCash ini merupakan investasi bodong, dan merugikan para anggota atau mitra kami,” ujar Abdullah kepada wartawan, Rabu (18/8/2021).

“Selaku kuasa hukum EDCCash termasuk AY dan S yang dianggap sebagai top leader EDCCash, menyatakan bahwa pernyataan dari kepolisian tersebut tidak benar karena sebagian besar mitra yang bergabung dengan EDCCash tidak merasa dirugikan,” sambung dia.

Abdullah menjelaskan banyak member EDCCash yang justru dirugikan dengan penangkapan AY dan S oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.

Dia mengatakan aplikasi EDCCash tidak bisa diakses sehingga para member tidak bisa bertransaksi.

BACA JUGA :   Komjen Pol Agus Andrianto, Apresiasi AKBP Ikhwan Lubis Kembangkan KSJ Di Sumut

“Pengakuan mereka sebagai mitra menyatakan bahkan semenjak EDCCash maupun Saudara AY dan S ditangkap sebagai tersangka tindak pidana penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang, sebagian besar mitra dan anggota sangat dirugikan,” ujar Abdullah.

Karena ada perbuatan oknum anggota EDCCash yang tidak bertanggung jawab melaporkan EDCCash, sehingga aplikasi yang digunakan mereka bertransaksi selama ini menjadi nonaktif atau tidak dapat difungsikan,” lanjut dia.

Abdullah mengklaim banyak member yang menerima manfaat dari bertransaksi di EDCCash.

Contohnya, imbuh Abdullah, member mampu membeli mobil, rumah, hingga sepeda motor. Oleh sebab itu Abdullah mempertanyakan tudingan polisi.

“Faktanya sebelum EDCCash dilaporkan, para mitra sangat banyak mendapatkan manfaat dari transaksi EDCCash tersebut.

Di antaranya dulu mereka dapat bertransaksi apapun dengan menggunakan coin EDCCash seperti pembelian mobil, rumah, sepeda motor, perlengkapan rumah tangga, kosmetik, suvenir, tas, baju, jaket, bahkan kami dulu bisa belanja sayuran pakai coin EDCCash,” tutur Alkatiri.

BACA JUGA :   Bentrokan Eks Karyawan, Humas PT PEU Lakukan Klarifikasi

“Dengan ada statement yang tidak benar yang menyatakan bahwa EDCCash telah merugikan 52 ribu orang, para anggota atau mitra yang diuntungkan bertanya balik, ‘mitra yang manakah yang dimaksud?’,” lanjut dia.

Meski demikian, kata Abdullah, pihaknya menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

Abdullah berharap persidangan bisa mengungkap kebenaran bahwa EDCCash bukanlah investasi bodong.

Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri menyerahkan 6 tersangka beserta barang bukti investasi bodong EDCCash hari ini yang diduga merugikan 52 ribu member.

Tersangka sekaligus pimpinan EDCCash, AY, disebut tidak kooperatif dan tidak pernah mau mengaku salah.

“Sampai sekarang yang namanya Pak AY itu tidak kerja sama sama kita dan tidak pernah mau ngomong di mana aset-asetnya.

Semua kita pakai melalui bantuan dari rekan-rekan korban, dan dari masyarakat yang berikan informasi.

BACA JUGA :   Polresta Pekanbaru Musnahkan Barang Bukti 7,9 Ribu Gram Shabu

Tidak ada satu pun aset yang disampaikan oleh pihak AY,” ujar Wadirtipideksus Kombes Whisnu Hermawan kepada wartawan, Senin (16/8).

“Nggak pernah mau kerja sama sampai detik ini. Itu yang hebatnya, karena sampai sekarang tersangka utama ini tidak pernah ngaku salah dan tidak pernah ngerasa salah,” sambungnya.

Akibat AY yang tidak kooperatif, Whisnu menjelaskan polisi kesulitan dalam melacak aset para tersangka EDCCash. Dia mengakui aset yang dikumpulkan penyidik saat ini belum bisa menutupi kerugian para korban EDCCash.

“Pastinya tidak (cukup menutup kerugian) ya. Tapi kan kita sama tim tracing aset cek lagi. Ini kan masih mencari lagi disembunyikan di mana.

Pokoknya kemarin ini tim mencari ke Bali, rupanya ada dia membeli rumah dan tanah di Bali,” terang Whisnu. (*)

Sumber: Dtc