IKLAN YARA

Gedung MA Kini Direnovasi dengan Pagu Anggaran Rp 65 Miliar

oleh -68.489 views
Diresmikan 2017, Gedung MA Kini Direnovasi dengan Pagu Anggaran Rp 65 Miliar
Gedung Mahkamah Agung
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Badan Urusan Administrasi (BUA) Mahkamah Agung (MA) menganggarkan renovasi Gedung Induk MA di Jalan Medan Merdeka Utara 9-13, Jakarta sebesar Rp 65 miliar.

Di mana Gedung MA setinggi 15 lantai itu menelan biaya Rp 243 miliar dan diresmikan oleh Ketua MA Hatta Ali pada 2017.

Berdasarkan data lpse.mahkamahagung.go.id, Senin (30/8/2021), disebutkan data anggaran renovasi sebagai berikut:

BACA JUGA :   Bupati Kolaka Timur Ditangkap KPK, Berikut Daftar Harta Kekayaan Andi Merya Nur

Nama Tender:

Konstruksi renovasi gedung induk

Tanggal Pembuatan:

16 Maret 2021

Instansi:

Mahkamah Agung

Satuan Kerja:

Badan Urusan Administrasi

Tahun Anggaran:

APBN 2021

Kategori:

Pekerjaan Konstruksi

Nilai Pagu Paket:

Rp 65.648.485.000,00

HPS:

Rp 65.624.350.346,04

Harga Penawaran:

Rp 59.678.589.712,66

Harga Terkoreksi:

Rp 59.678.589.712,66

Harga Negosiasi:

Rp 59.448.589.700,00

Lokasi Pekerjaan:

Jalan Medan Merdeka Utara 9-13, Jakarta Pusat.

Kualifikasi Usaha:

Perusahaan Non Kecil

BACA JUGA :   Jokowi Resmikan Pabrik Baja dan Tinjau Vaksinasi di Banten

Sebagaimana diketahui, tower gedung MA diresmikan oleh Hatta Ali pada 2017 silam.

Untuk membangun tower setinggi itu, MA merogoh kocek APBN sebesar Rp 243 miliar lewat anggaran multi years.

Di lantai paling atas dibuat museum MA dengan anggaran Rp 19 miliar lebih.

Saat meresmikan, Ketua MA Hatta Ali mengatakan kemegahan gedung pengadilan tidak ada artinya jika secara mental dan moral penghuninya masih borok.

BACA JUGA :   Gubernur, Kapolda, dan Pangdam Ikuti Serbuan Vaksinasi dan Baksos AKABRI 98

Oleh karena itu, ke depan dirinya meminta tidak ada lagi pungli maupun korupsi yang dilakukan hakim.

“Saya mendorong terus agar kita jujur, tidak pungli, tidak suap. Kita sebagai palang pintu terakhir keadilan.

Secara tegas saya nyatakan kita akan ambil tindakan tegas dan zero tolerance terhadap pelakunya,” kata Hatta Ali pada 2017 lalu. (*/Dtc)