IKLAN YARA

Diawali dari Penganiayaan, Sejumlah Lelaki Saling Bacok Di Hutan Singkil

oleh -67.489 views
Sejumlah Lelaki Saling Bacok Di Hutan Singkil
UPDATE CORONA

Singkil I Realitas – Aksi saling bacok terjadi di hutan Lae Trup, Kampung Teluk Rumbia Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, terjadi pada Selasa (10/8/2021) pukul 14.00 WIB.

Peristiwa itu diawali dari penganiayaan ringan yang diduga dilakukan oleh Bangun Angkat (61) bersama empat anaknya terhadap Eko Handayani (20) sekitar pukul 08.00 WIB.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, peristiwa saling memarang itu bermula ketika Eko Handayani dan Awaluddin (32) sedang mencari kayu di hutan Lae Trup. Ketika sedang asyik bekerja, Bangun Angkat dan empat puteranya; Andi Syahputra (19, Gondo, Syahruddin, dan Agus, menemui mereka.

BACA JUGA :   Biro Ops Polda Aceh Gelar Vaksinasi Massal di Vihara Dharma Bhakti

Bangun Angkat dan keempat puteranya disebut – sebut  melakukan penganiayaan ringan terhadap kedua lelaki itu. Setelah dianiaya, Eko dan Awaluddin meninggalkan hutan.

Di jalan mereka bertemu Kamilin (24), dan menceritakan apa yang telah terjadi. Kamilin menyarankan agar keduanya menuntut balas. Tanpa menunggu waktu, ketiga lelaki muda itu kembali masuk hutan mencari Bangun Angkat.

Percekcokan kembali terjadi. Bangun Angkat yang dibantu dua orang lainnya, berperang dengan Eko dan Kamilin. Lelaki – lelaki yang sama – sama warga Teluk Rumbia itu, saling bacok. Hutan yang awalnya tenang, berubah menjadi arena saling adu parang antar anak manusia yang dibalut kemarahan.

BACA JUGA :   Ketua YARA Pusat Investigasi Kasus Pembakaran Mobil Ketua YARA Langsa

Eko Handayani meninggal dunia di dalam “perang” tersebut. Ia bersimbah darah setelah terkena sabetan parang tajam yang diayunkan ke tubuhnya oleh kelompok Bangun Angkat.

Tubuh Eko cukup parah terkena sabetan parang. Ia berlumuran darah dan terkapar ke tanah. Sedangkan para “petempur” lainnya juga luka – luka dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singkil.

Mereka yang terlibat dalam pertempuran berdarah tersebut yaitu Bangun Angkat,  Andi Syahputra,  dan Syawal (38) yang merupakan menantu Bangun. Di pihak Eko ikut terlibat yaitu Kamilin. Pertarungan itu tiga lawan dua.

BACA JUGA :   Festival Meurah Silu Di Kota Langsa Terapkan Prokes

Sedangkan rekan Eko yaitu Awaluddin, dan tiga putera Bangun yaitu Agus (19), Syahruddin (15), Aminsyah alias Gondo (22) untuk saat ini statusnya masih sebatas saksi. Belum ada keterangan apakah mereka ikut terlibat, atau sebatas menyaksikan peristiwa berdarah itu.

Seluruh korban dan saksi yang ada di lokasi peristiwa itu masih memiliki hubungan saudara yang cukup dekat.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian. 

Sumber: (at)