IKLAN YARA

Baliho Puan dan Lambang PDIP Jadi Korban Vandalisme di Jatim

oleh -74.489 views
Baliho Puan dan Lambang PDIP Jadi Korban Vandalisme di Jatim
Baliho Puan dan Lambang PDIP Jadi Korban Vandalisme di Jatim
UPDATE CORONA

Surabaya I Realitas – Beberapa pekan terakhir di Jawa Timur ramai baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sasaran vandalisme. Apalagi pemasangan baliho Puan Maharani marak di mana-mana. Namun baliho-baliho itu jadi sasaran vandalisme.

Peristiwa vandalisme baliho bergambar Puan Maharani bermula dari Kabupaten Blitar, 23 Juli 2021. Dalam baliho itu, Puan Maharani mengucapkan ‘Selamat melaksanakan Rapat Kerja Daerah PDIP Jawa Timur. Di Bumi Bung Karno 21 Juni 2021’. Tepat di bawah tulisan itu, ada semprotan cat hitam berhuruf kapital ‘OPEN BO’.

Di samping tulisan itu tampak foto Puan Maharani berukuran besar memakai kebaya merah dengan jabatannya sebagai Ketua DPR RI. Dari informasi yang dihimpun warga sekitar, tulisan ‘Open BO’ itu terlihat sejak Kamis (22/7) malam.

Baliho Puan dan Lambang PDIP Jadi Korban Vandalisme di Jatim

Penampakan baliho sudah berubah. Rupanya petugas yang menjaga kantor itu segera menurunkan dan menggantinya dengan baliho yang berbeda tulisan dan gambar. Baliho yang terpasang sekarang bertuliskan ‘Selamat HUT RI ke 76. Dan foto di sampingnya terpampang gambar Puan Maharani, Megawati, dan Ir Soekarno.

Aksi vandalisme itu dilaporkan kader PDIP mewakili Arteria Dahlan ke Mapolres Blitar. Penanggung jawab Posko Arteria Dahlan Center (ADC) Blitar Ari Hadianto membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi. Namun jawabannya sangat singkat.

“Iya benar. Saya sedang di jalan,” kata Ari saat dihubungi wartawan, Sabtu (23/7/2021).

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela juga membenarkan ada utusan Arteria Dahlan ke Mapolres Blitar untuk mengadukan aksi vandalisme itu.

“Orangnya Pak Arteria membuat pengaduan soal itu. Mungkin karena produk internal kan bisa dibuat laporan untuk tindak lanjutnya,” ujar Leo.

Menurut Leo, pengaduan sama dengan laporan dan yang bisa menerbitkan laporan adalah polisi. Leo juga mengatakan pihaknya juga telah meminta keterangan beberapa saksi terkait kronologi tulisan ‘OPEN BO’ itu.

BACA JUGA :   Kapal Kemenkumham Tenggelam di Perairan Nusakambangan

“Poster itu kan Ketua DPR RI ya. Jadi memaknainya sebagai pejabat tinggi negara. Kami masih sebatas itu. Langkah selanjutnya perlu pendalaman lagi,” pungkas Leo.

Peristiwa vandalisme baliho bergambar Puan Maharani juga terjadi di Kota Batu, Selasa (24/8/2021). Kali ini terjadi di Jalan Sultan Agung, Kota Batu. Seperti di Blitar, baliho Puan juga ditulis ‘Open BO’.

Selain vandalisme, beberapa bagian baliho berbentuk vertikal ukuran 4×6 meter turut dirusak. Satpol PP Pemkot Batu kemudian menurunkan baliho tersebut, Selasa (24/8/2021).

Baliho Puan menjadi sasaran vandalisme itu, seperti pada umumnya yang terpasang di beberapa titik di Malang Raya. Yakni bergambar wajah Puan Maharani dengan background warna merah serta kuning di bagian tengah.

Dan logo PDIP di bagian kiri atas. Ada kalimat di atas wajah Puan yaitu ‘Kepak Sayap Kebhinekaan’. Baru kemudian ada nama Puan Maharani di bagian bawah. Sementara vandalisme bertulis ‘Open BO’ tepat berada di atas nama Puan Maharani.

Ketua DPC PDIP, Punjul Santoso saat meninjau lokasi baliho mengaku, sangat menyayangkan adanya vandalisme. Punjul juga prihatin, karena keberadaan baliho tidak mengganggu. Apalagi, baliho yang terpasang memajang tokoh nasional, sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Ini merupakan hal tidak terpuji, kami selaku DPC dan kuasa hukum langsung melapor ke Satpol PP agar baliho Puan Maharani diambil dan diturunkan,” ujar Punjul kepada wartawan di lokasi.

Dokumentasi video juga dilakukan selama proses penurunan baliho jadi sasaran vandalisme. Tujuannya, sebagai bahan dalam laporan ke polisi.

“Setelah kami video dan foto berikutnya kami langsung melaporkan ke Polres Batu hari ini juga,” tegas Wakil Wali Kota Batu ini.

BACA JUGA :   PPWI Lakukan Audiensi ke Divhumas Mabes Polri

DPC PDIP Kota Batu juga tengah mengumpulkan bukti lain, untuk mengungkap pelaku vandalisme tersebut. Yakni dengan mencari rekaman CCTV yang berada di lokasi keberadaan baliho.

“Kita masih kumpulkan bukti-bukti agar pelaku bisa diamankan. Agar bisa menjadi pembelajaran di masyarakat. Karena terkait pemasangan baliho ini kita juga sudah izin,” katanya.

Menurut Punjul, ada beberapa titik baliho Puan Maharani yang terpasang di wilayah Kota Batu. Namun, hanya di Jalan Sultan Agung yang menjadi sasaran vandalisme. Pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan vandalisme terjadi. Ada dugaan, praktek itu dilakukan sehari sebelum (kemarin) diketahui adanya vandalisme.

“Dugaan kami, kemarin Senin (23/8) malam. Karena sebelumnya belum ditemukan vandalisme di baliho,” pungkasnya.

Aksi vandalisme terjadi di Kantor DPC PDIP Pacitan, Jalan WR Supratman. Sedikitnya ada 3 coretan di kawasan tersebut. Semuanya bertuliskan ‘PKI’.

Coretan pertama terdapat pada simbol kepala banteng yang merupakan bagian dari papan nama kantor. Berikutnya tulisan serupa juga ditemukan di tembok dan kaca kantor tersebut. Sementara untuk dua titik tulisan di tembok bangunan dan di papan nama masih dibiarkan utuh. Keduanya hanya ditutup media berupa lembaran elastis warna putih.

“Untuk yang di kaca sudah kita bersihkan,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Pacitan, Eko Setyoranu kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Alasan tulisan bernada provokatif itu belum dihapus, lanjut Eko, untuk mendukung proses penyelidikan. Hal itu juga sebagai antisipasi jika pihak DPP bermaksud turun untuk melihat langsung.

Eko menjelaskan, tulisan serupa juga ditemukan di area perempatan Jalan Lintas Selatan (JLS). Tepatnya di papan berwarna merah yang berdekatan dengan SPBU mini. Isinya bahkan menyebut nama Jokowi dan mengkaitkan dengan partai terlarang.

BACA JUGA :   PPWI Lakukan Audiensi ke Divhumas Mabes Polri

Baliho Puan dan Lambang PDIP Jadi Korban Vandalisme di Jatim

Dia mengaku pertama kali melihat tulisan provokatif tersebut setelah mendapat laporan staf. Kala itu politisi yang juga anggota DPRD Pacitan itu akan menghadiri sidang paripurna. Dia menyayangkan aksi corat-coret yang berpotensi memperkeruh suasana. Apalagi hal itu terjadi saat semua pihak tengah berjuang keras mengendalikan pandemi COVID-19. Dia berharap aparat segera mengungkap kasus ini.

Pihak partai pun bertindak cepat menyikapi kasus itu. polisi sudah melakukan gelar perkara. Selain itu, partainya juga membentuk tim investigasi secara mandiri.

Tim tersebut, lanjut politisi asal Kecamatan Punung itu, akan menggali keterangan kejadian yang menimpa kantor partai berlambang banteng moncong putih. Hasilnya akan disinkronkan dengan hasil penyelidikan polisi.

Kasus ini juga menjadi penyebab 6 anggota Fraksi PDIP yang tidak dapat mengikuti sidang paripurna antara lain: Eko Setyoranu, Suraji, Heru Setyanto, Widadi, Heriyanto, dan Melia Widiyana.

“Keterangan tidak hadir acara partai,” terang ucap Zahra, karyawati DPRD yang bertugas membacakan daftar hadir persidangan.

Rupanya keputusan tidak ikut serta dalam sidang paripurna berkaitan dengan kejadian menimpa kantor partai banteng moncong putih. “Kawan-kawan fraksi ini kan diberangkatkan dari partai diangkat dari rakyat. Ini permintaan saya harus kompak satu bahasa yang baik menyikapi hal yang terjadi,” tambahnya.

Secara terpisah Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengaku sudah menindaklanjuti laporan terkait kejadian yang sempat bikin heboh tersebut. Saat ini prosesnya memasuki tahap penyelidikan.

“Tadi kasatreskrim saya suruh ke sana (TKP) lagi. Ada lah teknik-teknik tersendiri yang kita pakai. Tapi tidak bisa kita ungkap ke publik,” ucapnya. (*)

Source:dtc