IKLAN YARA

8 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M 7,1 di Filipina-Talaud Sulut

oleh -55.489 views
Takengon di Guncang Gempa Berkekuatan 3,1 SR
Ilustrasi Gempa
UPDATE CORONA

Kepulauan Talaud I Realitas – Gempa M 7,1 terjadi mengguncang Davao Filipina hingga Kepulauan Talaud Sulawesi Utara. BMKG mencatat ada 8 gempa susulan yang terjadi pascagempa M 7,1 itu.

“Hingga pukul 06.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap gempa Davao, Filipina M7,1 tercatat 8 kali gempa susulan (aftershock),” kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui akun Twitter-nya, Kamis (12/8/2021).

Gempa susulan itu tercatat berkekuatan M 4,1 hingga M 5,3. “Gempa susulan (aftershock) dengan Magnitudo minimum gempa susulan M 4,1 dan magnitudo Maksimum gempa susulan M 5,3,” lanjutnya.

Gempa M 7,1 yang mengguncang Davao, Filipina hingga Talaud Sulut pada pukul 00.46 WIB itu berpusat di laut pada jarak 63 kilometer timur Pondaguitan, Filipina atau pada jarak 270 kilometer Utara Melonguane, Kepulauan Talaud, Indonesia.

BACA JUGA :   H. Juanda Naim, Beri Penghargaan Untuk 4 Anak Didik MAN 1 Lampung Timur

Episenter gempa terletak pada koordinat 6,45 derajat Lintang Utara dan 126,73 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 44 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Davao Filipina pagi dini hari tadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menunjam ke bawah Filipina di zona megathrust,” kata Daryono.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa Davao Filipina M7,1 pagi dini hari tadi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan ciri khas mekanisme sumber gempa di zona tumbukan lempeng di zona megathrust,” imbuh dia.

Berdasarkan hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Daryono menjelaskan, hal ini lantaran karena kedalamannya yang relatif dalam untuk dapat memicu terjadinya gangguan kolom air laut dan memicu tsunami.

Namun, menurutnya, gempa berpotensi menyebabkan kerusakan di wilayah Davao. Sebab guncangan gempa dirasakan sangat kuat di wilayah Davao Filipina mencapai skala intensitas V-VI MMI yang berpotensi merusak.

BACA JUGA :   Perluas Jaringan, KSJ Teken MoU dengan HNSI dan MIO Indonesia

Guncangan gempa juga dan dirasakan kuat di wilayah Indonesia khususnya di Kepulauan Talaud dalam skala intensitas III-IV MMI dimana guncangan dirasakan oleh orang banyak. Gempa juga dirasakan di Sangihe dan Bitung dalam intensitas II – III MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa Filipina M7,1 tersebut. Jika memang tidak ada dampak kerusakan adalah wajar, karena jarak pusat gempa ke daratan wilayah daratan Filipina cukup jauh sekitar 80 kilometer,” papar Daryono. (*/Ramadhan)

Sumber: Dtc