Medan I Realitas – IJE, panggilan kecil Ibu Mirnawati Kabiro SUMUT Media Realitas, Kantor Berita Online terkemuka, ingin mencoba makan siang di Hasnah Kuliner, yang terletak di Jln. Sei Asahan No.77 Padang Bulan, Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan Sumatera Utara 20154. Alhamdulillah dari pusat kota Medan gak terlalu jauh. Jarak tempuh cukup setengah jam dari bandara lama, Bandara Polonia Medan, Minggu petang (11/7/2021)
Nah, menurut IJE nyobain makan di HASNAH KULINER dengan cita rasa masakan kampung sungguh luar biasa. Selain rasanya dijamin Maknyos, teriak Ibu berhijab nan selalu wangi-wangi itu. Di Hasnah Kuliner memiliki ‘view alami’ dikemas dengan bale yang memang sengaja disebar dilokasi itu untuk mengundang minat pengunjung.
Sambil menikmati masakan kampung ini, mata kita dapat melihat sisi kanan-kiri terdapat rerimbun pohon penuh kehijauan dan ditambah parkiran terbentang sangat luas.
Enggak percaya, anda boleh datang dan silahkan coba sambal terasi plus daun ubi tumbuk menambah selera. Apalagi sambal khas sambal tuk tuk, ujar Mirnawati yang keseharian aktif di Pengurus Daerah SATRIA Sumut, sayap organ Partai Gerindra, dengan ‘Penikmat’.andalimannya. Ups, maknyos cetar membikin bibir ini berasa pedar membahana.
Sahabat kuliner, tak lupa lauk nya gulai asam ikan baung yah. Pokoknya top marotop deh. Itu makanan favorit Bendum Forum Silaturahmi antar Kepling se Kota Medan atau dikenal dengan nama FORSIL. aku Mirna memberi info via Whatsapp kepada Ketum IRSI Ir. H. Arse Pane yang sedang menikmati PPKM darurat di Jakarta.
Menikmati masakan ditengah pandemi delta, kata IJE, tetap jaga protokol kesehatan meski wilayah kota Medan diambang batas aman. Suguhan rerimbunan alam nan asri mungkin sangat sulit dicari saat ini.
Pesatnya pembangunan gedung-gedung bertingkat menyebabkan lahan terbuka hijau hampur mulai terkikis. Tentu kerinduan pecinta kuliner yang ingin bernostalgia dengan suasana alam liar bisa terpecahkan bagi Penikmat HASNAH KULINER.
Rumah Santap ini mengadopsi konsep makan dan minum beraneka ragam cita rasa masakan budaya. Kami pun akhirnya berkesempatan mendatangi RM. HASNAH KULINER.
Tampak terlihat pemiliknya yang sering disapa Bunda Hasnah, sedang dibantu beberapa juru masak handal dan tengah sibuk menyiapkan masakan khas seperti Asam Baung, Anyang Ayam Kampong, Ayam Kampong Gulai, pun tuk tuk Nila andaliman yang tak mungkin dicari ditempat lain.
Untuk penikmat Tauco, Gembung Cetar, Gulai Kepala, pun Kakap Sambal Merah hadir disana. Ada juga lauk Cumi, Udang, Ikan Pari, Nila Cetar, Jamur Cetar, Sayur Genjer, Kangkung dan Tahu Toge Ikan Asin masih banyak lagi menu favorit lain. Semua itu tersaji di RM. HASNAH KULINER ya Sahabat Mirna!
Apalagi saat ini dibelbagai tempat diterpa kepenatan imbas pandemi delta kian memuncak lantaran masih ditutupnya sarana rekreasi termasuk dunia hiburan.
“Kan kalau sekarang orang kebanyakan sudah merasa penat makan ditempat gedung yang kiri-kanannya cuma tembok, terus tempat wisata juga belum dibuka, ditambah lagi keramaian di perkotaan dibatasi.
Mereka yang bosan dengan keterbatasan itu. HASNAH KULINER menjadi tempat solusinya. demikian Bunda Hasnah sambil mengingatkan ditempatnya tetap menerapkan Protokol Covid 19. Mencuci tangan dengan bersih, Memakai masker, Menjaga jarak dan tentunya diukur suhu tubuh serta ikut divaksin yah.
Dari segi harga, menu yang ada memang dipatok standar setara dengan harga-harga di luaran yang murah dan terjangkau. Bahagian dapurnya pun terlihat sederhana namun tetap menjaga kebersihan dengan konsep alami nan asri, dimana dinding bangunan terbuat dari bahan baku kayu.
Bunda Hasnah pun bercerita mengapa memulai pengembangan bisnis kuliner di tengah situasi pandemi yang belum reda. Menurut dia, peluang bisnis yang memadukan antara usaha kuliner dengan nuansa alam terbuka bisa menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat kota Medan khususnya.
“Pandemi ini Inshaa Alloh kita semua berharap segera berakhir. Apalagi musim pandemi ini kan masyarakat juga bosan di rumah terus,” jelas Hasnah seraya memberi catatan disini pelanggan bisa menikmati kuliner sekaligus juga refreshing dengan suasana alamnya. (Arifin Purba)



