Terbilang Singkat: Satreskrim Aceh Singkil Ungkap 2 Pembunuhan dan Pemerkosa Anak Dibawah Umur

oleh -122.489 views
Terbilang Singkat
Keterangan foto: Penyidik memperlihatkan barang bukti (BB) sekaligus menghadirkan pelaku dalam kondosi tangan diborgol.(mediarealitas. com./Rostani).

IDUL FITRI

Aceh Singkil | Realitas – Terbilang Singkat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Singkil berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan pemerkosaan anak di bawah umur dan dikubur secara tidak wajar, terjadi di Desa Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, pada 11 Mei 2021.

Konferensi Pers Polres Aceh Singkil digelar Selasa (18/5/2021) di Makopolres Aceh Singkil dipimpin Kapolres Aceh Singkil AKBP. Mike Hardy Wirapraja, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Noca Tryananto, S.Tr.K, menjelaskan. pengungkapan kasus tersebut terbilang singkat dalam waktu tak sampai 24 Jam dua tersangkanya AW (34), KH (56) berhasil ditangkap.

REALITAS TV

Kasus ini terungkap pada tanggal 12. Mei 2021, dimulai sekitar pukul 11.00. Wib. Hingga pukul 7.00. Wib. setelah polisi mendapat laporan warga Polsek Simpang Kanan atas terjadi penemuan mayat di Desa Lipat Kajang, Kecamatan Simpang tepatnya tidak jauh dibelakang Kantor Desa.

BACA JUGA :   8 Warga Pulau Babanyak Terpapar Covid-19 Puskesmas Tutup Sementara

Setelah olah TKP di ketahui jenazah seorang wanita masih belia sebut saja Bungga (14) dalam kondisi tak bernyawa langsung melakukan Visum di RSU Aceh Singkil. Sebut Noca.

Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan memangil saksi awal.

Dan akhirnya polisi menetapkan bahwa saksi laki inisial AW (34), KH (56) Desa Lipat Kecamatan Simpang Kanan sebagai tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan.

Dijelaskan; kronologis sampai pelaku pemerkosa terungkap tidak hanya di jerat pasal perkosaan. Ternyata pelaku di jerat pasal berlapis, yakni pasal perencanaan, penganiayaan, pencabulan, pemerkosaan, pembunuhan dan undang-undang perlindungan anak di bawah umur.

BACA JUGA :   Lewat Konferensi Pers PP Permikomnas Minta Dirut BPJS Kesehatan Segera Dicopot

Pasal-pasal yang dikenakan oleh polisi yakni pasal 81 ayat (3) dan ayat (5) dari Undang-Undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak subsider pasal (10) junto pasal (338) yunto pasal(55)ayat (1) dari KUHP Pidana ancaman pidana mati/seumur hidup/paling lama 20 tahun.

Motifnya pelaku AW membujuk rayu korban sebut saja namanya (Bungga) memberikan baju lebaran dan selanjutnya menyetubuhi korban beruang kali disamping kantor Desa, hal itu rupanya KH orang kedua sedang menginntip. Kemudian KH minta gilirannya menyetubuhi beruang kali.

Selanjutnya kedua pelaku menghabisi nyawa korban, memukul dua kali pada kepala korban dengan mengunakan benda tu pul (batu) hingga korban sekarat meregang nyawa.

BACA JUGA :   Kapolres Lamandau Berikan Reward Kepada Pos Ppkm Mikro Terbaik

Selanjut nya melemparkan korban keluar perkarangan dibelakang kantor Desa, dalam keadaan sekarat dan untuk memastikan korban sudah tidak bernyawa lagi kedua pelaku kembali memukul kepala korban berulang kali dengan benda tupul. Dan kemudian menguburkan dengan cara tidak wajar setengah telanjang.

“Kemudian Kedua pelaku membuat Siasat dengan berpura-pura seolah menyuarakan ada penemuan mayat”. ungkap Noca Tryananto.

Dalam konferensi pers di mulai pukul 15.00 wib, penyidik memperlihatkan barang bukti (BB) sekaligus menghadirkan pelaku dalam kondosi tangan diborgol. (Rostani)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas