Polisi Sita Tembakau Sintetis Produksi Rumahan 185 Kg

oleh -86.489 views
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, menunjukkan barang bukti kemasan berisi narkotika jenis tembakau sintetis (Gorila).

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Polres Metro Jakarta Selatan menyita barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis produksi rumahan seberat 185 kilogram dari tiga lokasi, yakni di Bogor, Pandeglang dan Bandung.

“Ini jaringan yang sama,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021).

REALITAS TV

Ia menyebutkan pengungkapan tersebut merupakan kartel narkotika yang diduga dikendalikan oleh anak-anak muda dengan transaksi melalui media sosial.

BACA JUGA :   Batalyon Infanteri 642/Kapuas Anjangsana Upaya Pererat Hubungan Baik Dengan Warga

Polisi sudah mengantongi identitas aktor utama peredaran narkotika tembakau sintetis itu yang berinisial G dan masih dalam pengejaran.

“Dia (G) yang kendalikan semuanya. Ini sama dengan kartel halus anak-anak muda semua pelakunya. Dia mengendalikan tapi tidak bertemu dengan kaki tangan yang lain, hanya satu dua saja dan dikendalikan lewat media sosial dan grup di medsos,” katanya.

Narkotika jenis tembakau sintetis itu sudah dikemas rapi layaknya kemasan camilan atau kue kering dengan kode R.

BACA JUGA :   Akui Kecanduan Film Bokep, Mahasiswa Inisial NJM Cabuli Bayi 1 Tahun

Berdasarkan keterangan pelaku, satu hari mereka memproduksi 20 kilogram tembakau yang dicampur bahan kimia berbahaya atau tembakau sintetis dan telah produksi selama sekitar satu tahun.

Ia memperkirakan nilai dari temuan 185 kilogram barang bukti tersebut setara dengan Rp14-15 miliar.

Polisi masih memburu lima orang termasuk dua di antaranya berinisial G dan P yang merupakan aktor utama dan pengendali produksi.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap sembilan orang yang berperan mulai dari produsen hingga kurir.

BACA JUGA :   Badan Publik Sabang Diminta Wajib Buka Akses Informasi Publik Kepada Masyarakat

Sembilan pelaku tersebut yakni berinisial MR, AF dan J sebagai penjual, AH sebagai kurir dan R, RP, RA, TA dan M sebagai penjual dan produksi tembakau sintetis.

Para pelaku diancam hukuman penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. (*)

Sumber: Ant

UPDATE CORONA