Kejati : Kerugian Negara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Jalan Muara Situlen di Aceh Tenggara Rp 4,2 Miliar

oleh -165.489 views
Gedung Kejaksaan Tinggi Aceh

IDUL FITRI

Banda Aceh I Realitas – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menyatakan kerugian negara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jalan Muara Situlen di Aceh Tenggara menuju ke Gelombang, Kota Subulussalam, mencapai Rp4,2 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal Hadi di Banda Aceh, Jumat, mengatakan nilai kerugian negara tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

REALITAS TV

“Hasil pemeriksaan kerugian negara pembangunan jalan Muara Situlen-Gelombang sudah disampaikan kepada kami. Hasilnya, nilai kerugian negara mencapai Rp4,2 miliar,” kata Munawal Hadi.

Munawal Hadi mengatakan saat ini penyidik Kejati Aceh sedang menangani dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jalan Muara Situlen-Gelombang dengan nilai pekerjaan Rp11,6 miliar.

BACA JUGA :   Polda Metro Jaya Tangkap 49 Pelaku Pungli di Tj Priok

Biaya pembangunan jalan di pedalaman Aceh tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2018. Pembangunan jalan diduga tidak sesuai spesifikasi.

Dalam penyidikan perkara tersebut, kata Munawal Hadi, penyidik Kejati Aceh sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka, tergantung hasil penyidikan yang sedang berlangsung.

Adapun empat tersangka tersebut yakni berinisial Jn bin Alm K (60) selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), SA bin S (43) selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK). Serta K alias S bin J (41) dan K bin A (29), masing-masing selalu rekanan

BACA JUGA :   Kadiv Humas Polri: Kapolri Berikan Intruksi Seluruh Jajaran Seluruh Indonesia Melakukan Operasi Premanisme

“Saat ini, proses penanganan kasus dalam tahap perbaikan berkas perkara. Penuntut umum meminta penyidik memperbaiki berkas perkara sebelum dilimpahkan ke pengadilan tipikor,” kata Munawal Hadi.

Sebelumnya, Kepala Kejati Aceh Muhammad Yusuf mengatakan pembangunan jalan Muara Situlen-Gelombang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Perusahaan Rakyat Provinsi Aceh.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan jalan tersebut dikerjakan CV Beru Dinam dan PT Pemuda Aceh Konstruksi. Namun dalam pelaksanaannya, terjadi tiga kali perubahan kontrak atau addendum.

“Dari tiga kali perubahan kontrak tersebut mencakup delapan pekerjaan. Dari semua perubahan pekerjaan tersebut ada temuan yang awalnya Rp1,6 miliar berubah menjadi Rp9,5 miliar,” kata Muhammad Yusuf.

BACA JUGA :   Tgk. Jamaluddin Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil Audit Desa Lhok Meure

Setelah diperiksa, pekerjaan tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Di antaranya, diduga tidak ada pengerasan badan jalan serta bahu jalan diduga dikerjakan asal jadi, sehingga tidak bermanfaat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi ahli, kata Muhammad Yusuf, volume pekerjaan diselesaikan serta mutu pekerjaan sesuai spesifikasi umum Bina Marga hanya Rp6,3 miliar dari nilai kontrak Rp11,6 miliar.

“Terhadap pekerjaan tersebut sudah dilakukan serah terima. Rekanan juga melakukan tiga kali pencairan dana. Pertama Rp2,3 miliar, kedua Rp5,1 miliar, dan ketiga Rp4,2 miliar,” kata Muhammad Yusuf. (*)

Sumber: Ant

UPDATE CORONA