Direktur KPK Soal Peretasan: Polanya Sama, Sasar Pihak Polemik TWK

oleh -146.489 views
Direktur

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko merupakan salah satu korban peretasan media sosial. Akun Telegram dan WhatsAppnya diretas, di saat ia tengah vokal menentang Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK.

Kepada Media Sujanarko bercerita bahwa peretasan tersebut terjadi pada Kamis (20/5/2021) malam. Ia awal mula mengetahui ada yang meretas Telegram dengan nomor kontaknya, saat dikabari oleh rekannya.

REALITAS TV

“Saya diinfo konfirmasi teman-teman jaringan, ada notifikasi telegram saya sekitar jam 20.30 WIB, hanya nama pakai ‘Pak Sujanarko,” kata dia, Sabtu (22/5/2021).

Sujanarko mengatakan, usai mendapat kabar tersebut ia memberikan informasi kepada rekan-rekannya bahwa ia tak menggunakan Telegram. Ia pun kemudian mencoba menginstal Telegram di Handphonenya namun gagal.

BACA JUGA :   Polisi Sikat 7 Oknum Petugas Parkir Liar di Kuala Langsa

“Saya coba install Telegram belum bisa, perlu reset password account, perlu 7 hari kerja,” ucapnya.

Ia pun mengatakan hingga saat ini Telegram tersebut belum bisa dipulihkan. Ia mengatakan akan mencoba meminta bantuan pihak yang lebih paham untuk memulihkan akun Telegramnya. “Senin saya coba ke teman-teman yang lebih paham IT,” ucapnya.

Di waktu yang sama, ternyata WhatsApp milik Sujanarko juga diretas. Namun, tidak butuh waktu lama berhasil dipulihkan.

“Sudah (pulih), hanya sekitar 2 jam (diretas), kemudian bisa saya ambil alih,” ucap Sujanarko.

BACA JUGA :   Kunjungan Orang Nomor 2 Di Kogabwilhan III, Tingkatkan Moril Prajurit Yang Bertugas Di Papua

Ia pun menyatakan, sejauh ini tidak ada hal yang aneh yang dilakukan oleh peretas dengan nomor WhatsAppnya. Ia mengaku belum menerima kabar bahwa ada yang menggunakan nomor dia untuk mengirimkan pesan aneh kepada kontak-kontak yang ia punya.

“Belum kayaknya, karena respons jaringan (rekan-rekan) cepat sekali, jadi aman,” ucap Sujanarko.

Diketahui, selain Sujanarko, sejumlah pihak yang vokal menentang TWK dan mempermasalahkan SK penonaktifan 75 pegawai lembaga antirasuah yang tak lulus TWK tersebut juga mengalami peretasan serupa. Salah satunya Penyidik Senior KPK Novel Baswedan.

Selain Novel, ada juga aktivis antikorupsi lainnya seperti mantan jubir KPK Febri Diansyah, mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto, dan juga sejumlah aktivis ICW.

BACA JUGA :   Anggota Zidam XII/Tpr Deteksi Penyebab Banjir di Komplek Kosgoro

Sujanarko mengaku tidak tahu siapa yang meretas akun medsos miliknya. Namun, bila diamati, kata dia, ada pola yang sama bahwa peretasan menyasar pihak-pihak yang tengah memperjuangkan haknya dalam polemik TWK KPK.

“Tidak tahu (pelaku), tetapi kalau pattern-nya kepada orang-orang yang sedang advokasi TWK. Jadi menarik. Saya yakin bukan orang internal KPK, jadi ada orang luar yang berkepentingan dengan TWK ini,” pungkas dia. (Deddy Karim)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas