YARA Perwakilan Langsa Segera Laporkan Kasus Dugaan Ijazah Palsu ke Polda Aceh

oleh -394.489 views
Kasus Dugaan
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Langsa H A Muthallib, Ibrahim, SE,.SH,.M.Si,.M.Kn,

IDUL FITRI

Pante Bidari Aceh Timur I Realitas – Kasus Dugaan Ijazah Palsu sudah mendudukan Jabatan Kepala Desa Selama 6 tahun dan kembali menggunakan ijazah tersebut dalam pemilihan Geuchik Gampong Paya Demam Dua Kecamatan Pante Bidari maret 2021, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Langsa H A Muthallib, Ibrahim, SE,.SH,.M.Si,.M.Kn, kepada sejumlah Awak Media Kamis (1/4/2021) di Lhoknibong, mengatakan segera melaporkan dugaan Ijazah palsu ke Polda Aceh, dan Bupati Aceh Timur diminta jangan lantik kepala Desa Paya Demam Dua.

REALITAS TV

Menurutnya dugaan penggunaan ijazah palsu oleh oknum Geuchik Paya Demam Dua Kecamatan Pante Bidari semakin terkuak, hari ini sudah mendapatkan petunjuk baru, terhadap kasus tindak pidana, dan segera kita laporkan ke polisi.

Siapa saja yang terlibat nanti akan kita sampaikan kemasyrakat, orang terlibat dalam kasus ini, akan kita minta untuk pertanggung jawaban di muka hukum, ujar H Thallib.

Siapa saja yang terlibat nama namanya sudah kita kantongi, dan ikut transaksi dalam pengurusan ijazah yang digunakan untuk syarat mencalon dirinya sebagai kepala Desa tahun 2015, dan kemudian ijazah tersebut digunakan kembali pada waktu pemilihan Kepala Desa Paya Demam Dua pada Maret 2021, ujar H Thalib.

H thallib yang juga pengacara, menyebutkan kita sudah dapatkan alat bukti hukum dengan menggunakan dokumen ini untuk mencalonkan dirinya sebagai kepala desa dugaan kuat ini sudah dengan kesengajaan, namun semuanya nanti terjawab setelah kita laporkan kepolisi.

Selama sepekan ini kita lakukan investigasi kelapanga untuk melengkapi alat bukti kita laporkan sudah banyak kemajuan, oknum yang memiliki ijazah di salah satu pasantren memang tidak pernah mondok dipasantren, hanya mengurus Ijazah di pasantren untuk kepentingan dirinya mencalonkan sebagai Kepala Desa, ujar H Thallib. 

Mantan Wakil Ketua PWI Aceh ini dengan tegas menyebutkan yang kita laporkan ke Polisi nanti adalah oknum yang menggunakan dugaan Ijazah Palsu, sedangkan Dayah, atau pasantren tidak kita laporkan itu urusan polisi nanti ketika melakukah pengembangan lanjutan, lanjutan dari mana dan bagai mana cara sehingga ijazah itu bisa dikeluarkan.

Kita sudah kantongi semua dokumen terhadap dugaan ijazah Palsu, beber H Thallib yang juga kelahiran Aceh Timur.

Kita akan laporkan kasus dugaan ijazah Palsu ini ke Polisi, benar atau salah nanti akan kita uji di pengadilan, ujar mantan Ketua Panwaslu Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Alat bukti untuk kita laporkan sudah memenuhi unsur yang kuat karena dengan dokumen itu kembali digunaan oleh oknum untuk kembali mencalonkan dengan dokumen dugaan Palsu, ujar H Thallib yang jugan Dosen Fakultas Hukum Unsam.

Masih dugaan kita, dugaan ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, Bupati Aceh Timur diminta jangan lantik Geuchik Terpilih Gampong Paya Demam Dua, Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Aceh Timur.

Lebih lanjut H Thallib juga menjelaskan, Ijazah No: 03/LPI/DNS/2006 atas nama Mu, yang dikeluarkan oleh salah satu Pesantren Lembaga Pendidikan, di Aceh Timur, provinsi Aceh.

Ijazah tersebut tidak memenuhi syarat, di karena pihak Pesantren mengeluarkan ijazah terhadap santri yang tidak pernah mondok di Pasantren.

Digaan kita yang mengeluarkan ijazah dengan melawan ketentuan hukum, maka dari itu kita hari ini melakukan investigasi kelapangan, sehingga kasus ini segera kita laporkan untuk proses hukum lebih lanjut.

Memurut H.Thalib, putra Aceh Timur kelahiran di Kecamatan Madat, lebih lanjut dikatakan pelaku pemberi Ijazah secara melawan hukum dapat dijerat secara ketentuan Pasal 68 ayat (1) UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, sebut nya lagi.

Kemudian penerima atau yang mengunakan ijazah tersebut dapat dijerat sesuai Pasal 68 ayat (2) UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara, kalau kita simak pasal demi pasal semuanya yang terlibat untuk mengeluarkan dokumen atau ikut serta melakukan kegiatan jahat, pasti terjerat dengan hukum.

Kita sudah menyurati secara tertulis baik pihak Bupati, Kakandepag, Camat Kecamatan Pante Bidari, dan pihak Pasantren yang mengelurkan ijazah, semua pihak harus menghormati hukum dan kita akan proses sesuai dengan aturan hukum kasus dugaan ijazah Palsu ini yang digunakan untuk kepentingan Negara, kita juga akan laporkan kasus ini secara pidana nantinya setelah kita terima surat balasan yang sudah kita kirim, tutup A H Thallib.

Sementara media ini belum mendapatkan klarifikasi, baik dari geuchik terpilih Paya Demam Dua maupun pihak Pesantren, di Kabupaten Aceh Timur.

Untuk memdapatkan keterangan resmi dari Geusyik Paya Demam Dua yang dihubungi melalui telpon selularnya oleh Media Hari ini Kamis (1/4/2021) tidak behasil, karena telpon selularnya tidak bisa di hubungi. (Red)

UPDATE CORONA