Sosok Bersahaja Dari TPA Babul Ikhlas, Gampoeng Seulalah Baru, Langsa Lama

oleh -170.489 views
Foto: Mahasiswa IAIN Langsa Prodi Ekonomi Syariah, Qowi Mushawwir.

IDUL FITRI

Adalah Abah Sulaiman Ali, sesosok bersahaja dibalik TPA Babul Ikhlas, seorang senja yang telah mengabdikan dirinya sebagai guru mengaji di TPA guna untuk menyebarkan ilmu agama pada tiap generasi muda.

Abah sulaiman Ali kini hidup dengan keluarganya, ia mengajar di TPA Babul Ikhlas dan rumahnya pada malam hari yang bertempat di gampong Seulalah Baru, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

REALITAS TV

Sepanjang hidupnya ia telah berada dijalan yang penuh dengan keberkahan, melalui berbagi ilmu keagamaan dan turut serta alam membentuk karakter para generasi milenial yang senantiasa ingin dekat dengan Sang Khalik.

Abah Sulaiman Ali bukan hanya seorang guru mengaji yang sudah tua namun juga tokoh dalam masyarakat, membentuk kesan baiknya sendiri dihati para murid yang telah ia didik hingga mereka dewasa dan membawa sugudang yang diberikan oleh Abah Sulaiman Ali bukan hanya tentang mengaji, namun juga berbagai ilmu agama hingga wejangan-wejangan hidup yang akan mereka butuhkan setelah mereka beranjak dewasa.

Disebuah desa sederhana yang dekat dengan perkotaan Abah Sulaiman Ali menghabiskan hidupnya dengan keluarga dan kesibukannya sebagai guru mengaji yang dikenal oleh berbagai murid yang berada disekitaran gampong.

Ia tinggal dengan keluarganya dan hidup dalam kesederhanaan dan ketentraman suasana diusianya yang beranjak senja, suatu hal yang sebanarnya diinginkan oleh siapapun menua dengan damai dan jauh dari kesibukan dunia serta berada dijalan yang dekat dengan Allah lewat pekerjaannya.

Tak ada apapun lagi yang ia inginkan diusianya ini kecuali para muridnya mendapatkan pengajaran agama dan bekal yang akan ia beri sebisanya untuk mereka.

Sesosok Abah Sulaiman Ali adalah seorang yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat melalui perannya dimata para murid dan orang tua murid.

BACA JUGA :   Masyarakat Kuansing Tidak Pernah Masalahkan Peti

Sungguh kehidupan yang sangat menenangkan saat semua orang digelut dengan laju perkembangan zaman Abah Sulaiman Ali dan keluarganya masih tetap berada dibawah perannya sebagai seorang guru mengaji digampong tersebut.

Menebar ilmu dan mendidik para muridnya hingga ia dikenal sebagai orang yang cukup dihormati disekitaran gampong. Ketulusan hati Abah Sulaiman Ali tentu dalam membuat siapapun merenung, bukan karena ia yang jauh dari perkembangan zaman namun karena pilihannya sebagai seorang guru mengaji dari ia muda hingga ia tua.

Di TPA Babul Ikhlas yang merupaka rumah mengaji yang berada dibawah pengawasan desa inilah abah Sulaiman Ali mencurahkan ilmunya pada para muridnya meski selain itu kala malam tiba ia juga kedatangan murid-murid di rumahnya yang ingin belajar mengaji padanya.

Di TPA Babul Ikhlas Abah sulaiman Ali ditemani dengan beberapa guru mengaji lainnya dalam menjalankan kesibukan mereka untuk mengajarkan anak-anak mengaji. Anak-anak yang berada disekitaran gampong didorong untuk mampu mengerti hal-hal terkait agam sejak usia dini.

Usia yang mudah untuk dapat diisi dengan hal-hal baik hingga mereka beranjak remaja Abah Sulaiman Ali akan tetap mengiringi langkah mereka dengan berbagai petuah hidup, nasehat-nasehat bijak hingga seluruh ilmu yang punya.

Lewat pengalamannya yang sudah banyak menapaki perjalanan dunia, Abah Sulaiman Ali patut menjadi sosok yang didengarkan nasehatnya. Terlebih ia adalah seorang yang paham banyak perihal agama.

Namun meski begitu hal ini ak menjadi jarak antar ia dan orang lain, lewat kerendahan hatinya Abah Sulaiman Ali tetap berbaur dengan masyarakat seperti orang tua murid dan para tetangga sebagai wujud dari habbluminannas.

Tentu untuk mencapai hal yang sedemikian dalam pekerjaan ia sebagai guru mengaji telah melalui banyak pengalaman yang relevan dibidang agama. Abah Sulaiman Ali telah memulai masa mudanya sebagai orang-orang yang mengabdikan diri dibidang agama seperti marbot masjid bahkan ia juga sudah mengajar mengaji sejak ia berusia muda.

BACA JUGA :   184 Kendaraan Hasil Penyekatan Empat Polres di Hari Keempat

Bermula dari tahun 2004 Abah Sulaiman Ali mengisi kesibukannya untuk membantu imam dan bersih-bersih masjid secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan. Hingga tahun 2010 Abah Sulaiman Ali mulai mengajar secara sukarela di masjid Al-Hidayah.

Lalu pada 2015 hingga sekarang Abah Sulaiman Ali mengajar sebagai guru mengaji di TPA Babul Ikhlas dengan honor Rp.300.000 sebagai TPA yang dikelola oleh pihak gampong.

Tentu apa yang telah dilalui oleh Abah Sulaiman Ali adalah perjalanan yang panjang namun perjalanan yang panjang tersebut bukanlah suatu hal yang melelahkan sebab ia paham beteul apa yang ia lakukan adalah upaya ikut serta dalam pembentukan karakter bangsa.

Bahkan hingga kini, diusianya yang terbilang sudah lanjut ia tetap bersahaja mengajarkan para muridnya mengaji rutin setiap hari dengan berbagai. Murid-murid abah Sulaiman Ali memiliki usia yang beragam, muali dari 5 tahun hingga para remaja yang sedang berada dibangku SMA.

Abah sulaiman Ali mengajr Iqro hingga Al-quran, kini meski ia sidah melahirkan banyak murid yang sadar akan ilmu agama dan tersebar digampng Seulalah baru ia tetap renda hati dan dimasyarakat sendiripun namanua terbilang dihormati sebab ia adalah seorang guru mengaji yang sudah menetap lama disana.

Matahari tiba, embun beranjak dari pucuk dedaun tua, pagi-pagi sekali Abah Sulaiman Ali sudah berangkat ke mesjid  dan melantunkan ayat-ayat serta segala puja-puji bagi Sang Pencipta alam dan semesta.

BACA JUGA :   Polres Palu Amankan Pelaku Pencurian Ternak Menggunakan Mobil

Terasing dari keramaian kota yang berjarak tak jauh namun disana di Gampong Seulalah Baru terdapat cahaya yang bersahaja dan sangat indah sebagai ciptaan Allah swt, lewat pengabdian dan kesibukannya sebagai guru mengaji Abah Sulaiman Ali telah menyentuh hati siapa saja untuk bisa lebih sadar akan urusan agama ditengah dunia yang tak ada hentinya berputar dengan segala macam perkembangan teknologi.

Tak ada kata-kata yang dapat menuliskan betapa Abah Sulaiman Ali adalah sosok yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat karena hatinya yang tulus ia telah mendidik banyak anak sekitaran gampong Seulalah Baru  dan menjadikan mereka generasi yang mencintai agama.

Bahkan hingga mereka dewasa Abah Sulaiman Ali senantiasa siap untuk memberikan banyak petuah sederhana soal hidup yang berasal dari pengalam pribadinya atau para kisah nabi hingga dapat memberikan pelajaran tersendiri bagi tiap murid.

Demikian Abah Sulaiman Ali terlibat dalam mendidik para anak-anak yang ada di Gampong Seulalah baru, Langsa Lama.

lewat ilmu yang ia punya dan tenaga yang masih bersarang ditubuhnya bahkan hingga ia menua dan habis dimakan waktu ia akan tetap berada disana menjadi sosok bersahaja yang senantiasa mengalirkan ilmu pada siapapun yang ingin belajar mengaji.

Anak-anak yang ia didik adalah para calon generasi bangsa yang akan andil dalam tiap pergerakan negeri maka dari itu mereka harus dibekali dengan berbagai ilmu agama, menyayangi sesame, menghormati yang lebih tua dan siap mengahdapi dunia namun juga tak lupa akan kewajiban mereka sebagai seorang hamba pada Tuhannya. (*)

Oleh : Qowi Mushawwir 

Mahasiswa IAIN Langsa Fakultas Ekonomi dan Bisnis

UPDATE CORONA