Rumah Warga Roboh di Gampong Baroh Langsa Lama Dusun Pahlawan

oleh -176.489 views
Rumah Warga

IDUL FITRI

Oleh : Aini Aulia Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan

Sungai atau yang biasa juga di sebut kali merupakan sebuah aliran air dari hulu ke hilir. Sungai sudah menjadi bagian yang sangat penting dari kehidupan manusia.

REALITAS TV

Bahkan peradaban manusia zaman dahulu dimulai dari daerah yang berada dekat dengan aliran sungai, namun lain yang terjadi di Gampung Baroh Langsa Lama Dusun Pahlawan, Kecamatan Langsa Lama.

Banyak warga yang tinggal berdampingan dengan sungai selalu merasakan kehawatiran, ketika curah hujan tinggi yang dapat mengakibatkan ablasi yang selalu terjadi di pinggiran sungai. 

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan pinggiran sungai ikut terkikis, hal ini yang disebut ablasi sungai. Gampong Baroh Langsa Lama Dusun Pahlawan merupakan desa yang dialiri air sungai.

Air sungai di desa tersebut terjadi ablasi dan kerusakan yang sangat parah sejak tahun 2011. Namun belum ada realisasi pembangunan bendungan untuk membendung debit air yang tinggi.

Ablasi sungai di desa tersebut merupakan ablasi yang setiap tahunnya terjadi ,sehingga setiap tahun tanah-tanah warga kian hari kian terkikis oleh air sungai, hal ini karena sungai tersebut merupakan sungai terbesar di Langsa.

Daerah aliran sungai ini terus mengalami kerusakan lingkungan, akibat perubahan tutupan lahan (lendusel).Ablasi yang terjadi sudah menggerus dua rumah warga serta aliran air sungai sudah sangat mendekati rumah warga.

Kehawatiran ini yang terus terjadi, seperti yang dialami Ibu Nj (52) warga yang rumahnya sudah dua unit jatuh ke sungai. Dikatan ibu Nj “ablasi ini sudah lama terjadi sekitar tahun 2011 yang lalu”.

Aliran air yang terus-menerus mengikis sisi-sisi sungai mengakibatkan melebarnya sungai serta  menggerus tanah warga dan hal ini yang terus menerus  terjadi.

Dampak ablasi yang kian tahun kian parah sampai sudah menghanyutkan dua rumah warga, yang berawal sungai itu berjarak sangat jauh dari pemukiman warga, namun karna tidak segera di tanggulangi hingga akhirnya menghanyutkan dua rumah warga dan berkemungkinan akan jatuh kembali rumah warga yang lain, akibat sungai yang sudah sangat dekat dengan rumah warga.

“ sekarang  sudah dua rumah ibu jatuh ke sungai jadi sementara ibu tinggal di rumah penampungan yang dibuat di atas tanah pemerintah  di samping rumah saudara, jika tak segera ada perbaikan mungkin rumah tampungan ini juga akan jatuh ke sungai” Ungkap Ibu Nj.

Rumah tampungan yang saat ini digunakan Ibu Nj sangatlah kecil dan terbuat dari kayu yang berasal dari bahan sisa-sisa dari rumahnya yang hanyut ke sungai, bahkan rumah tampungan itu berdiri di atas jalur leningan saluran air dari rumah-rumah warga.

Begitu sangat memprihatinkan kehidup Ibu Nj akibat dari ablasi ini, namun Ibu Nj tetap sabar menunggu keputusan pemerintah daerah untuk melalukan perbaikan terhadap sungai dan tanah mereka yang sudah tergerus ablasi sungai tersebut.

“Sebelumnya akan ada perbaikan pada bulan 8 tahun 2020 , namun semua tertunda karna ada pandemi sehingga sampai sekarang belum ada perbaikan dan penanggulangan pemerintah” ujar Ibu Nj.

Menurut pengakuan saudara ibu Nj bahwa, yang tersisa saat ini adalah rumah ini dan sekarang sudah berjarak 1-1,5 meter rumah ini dari pinggiran sungai tersebut, jadi jika dalam tahun ini tidak ada perbaikan maka rumah ini juga akan jatuh.

jika curah hujan sangat tinggi maka keesokan harinya pun akan jatuh ke sungai, sedikit demi sedikit tanah yang berada di pinggiran sungai”, ujarnya.

Sebelumnya pemerintah sudah menjanjikan bahwa rumah mereka yang telah jatuh kesungai akan di gantikan tanahnya di daerah Timbang Langsa namun pembangunan rumah mereka belum bisa di tentukan.

Sehingga mereka sangat berharap pemerintah juga membangunkan rumah mereka yang sudah jatuh, sebab jika tidak di bangunkan kembali rumah mereka.

Maka mereka tidak sanggup membangun kembali karena mereka sudah tua dan hanya seorang ibu rumah tangga yang penghasilannya juga tidak bisa memungkinkan untuk membangun rumah kembali.

Rumah tampungan Ibu Nj Tak hanya Ibu Nj ada juga Ibu Ml(40) warga yang sebagian rumahnya sudah jatuh ke sungai.

Dikatakan Ibu Ml “dapur ini sudah habis jatuh ke sungai sudah menuju sudut kamar, jadi gak berani kita kalau malam hari turun hujan tidur di kamar, maka kita pindah tidur di ruang tv”.

Dengan kondisi rumah yang kian hari kian terkikis jatuh ke sungai, dan akan menuju ke sudut kamar, membuat mereka enggan untuk tidur di dalam kamar ,karna sewaktu-waktu jika mereka terlelap dan curah hujan yang tinggi dapat mengikis bangunan kamar mereka sehingga mengancam keselamatan keluarga mereka.

Ibu Ml tetap harus tinggal di rumahnya tersebut, karna hanya itu yang ia miliki saat ini, bahkan rumahnya tersebut merupakan rumah yang diperoleh dari bantuan pemerintah.

Pemerintah setempat sudah berupaya menenangkan kehawatiran warga dengan berupaya melakukan pengecekan dan penanggulangan seperti yang di informasikan bapak AN, yaitu bapak Guchik (Kepala desa) Gampong Baroh Langsa Lama Dusun Pahlawan.

Dikatakan bapak Geuchik “ Sungai yang menurut kabarnya sudah mengalami ablasi yang lumayan parah , nah inikan kasus yang sudah menaun yang insya allah dapat saya beri informasi sepintas pada tahun ini akan ada penanggulangan dari pemerintah untuk melakukan tindakan perbaikan dan pembangunan di lingkungan sungai itu”.

Sungai yang semakin menaun semakin melebar dan dapat merusak lingkungan hidup warga sekitar, sebagai usaha dan pertimbangan pemerintah untuk segera di perbaiki karna sudah berdampak beberapa rumah warga sudah jatuh ke sungai dan juga sudah berpotensi beberapa lahan masyarakat yang dirugikan.

Ibu Ml ,Ibu Nj dan warga Gampung Baroh Langsa Lama Dusun Pahlawan berharap pemerintah daerah setempat segera mengatasi ablasi di wilayah mereka agar kehawatiran selama ini yang mereka rasakan segera terselesaikan.

Sudah cukup rasanya dua rumah warga yang jatuh ke sungai jadi mereka berharap tidak ada lagi yang terjadi seperti itu dan mereka sangat berharap adanya pembangunan bendungan di aliran sungai di desa mereka.

Sebab jika tidak ditanggulangi bukan hanya kehawatiran saja yang meresahkan warga namun akan berdampak yang lebih besar dan kerugian yang banyak yang masyarakat rasakan di Gampung Baroh Langsa Lama Dusun Pahlawan.

UPDATE CORONA