Kejari Pidie Jaya Tetapkan TRA PPTK-BPBA Sebagai Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Jembatan Pangwa

oleh -162.489 views
Foto: Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, Mukhzan, S.H, M.H dampingi sejumlah Kasi saat Press Release, Kamis (08/4/2021).

IDUL FITRI

Pidie Jaya I Realitas – Kejari Pidie Jaya Tetapkan TRA PPTK- BPBA Sebagai Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Jembatan Pangwa.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya menetapkan TRA, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) sebagai tersangka lanjutan kasus dugaan penyimpangan dan penyelewengan tindak pidana korupsi pada pekerjaan jembatan Pangwa, Pidie Jaya, Kamis (8/4/2021).

REALITAS TV

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, Mukhzan, S.H, M.H yang didampingi sejumlah Kasi pada saat Press Release di Aula Kejaksaan setempat mengatakan.

Tersangka TRA bertindak sebagai PPTK tidak optimal dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam hal pengendalian kegiatan secara menyeluruh sehingga menimbulkan kerugian negara.

BACA JUGA :   Parkir Non Tunai Akan Diberlakukan, Radinal : Masih Dalam Tahap Sosialisasi

Lebih lanjut dikatakan Mukhzan, Tersangka menyadari dan mengetahui jika rekanan pelaksana dan pengawas mempekerjakan tenaga ahli yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam SKA kontrak penawaran.

Namun kata dia, tersangka masih membiarkan dan tetap melakukan rapat-rapat dan koordinasi dengan personil inti terkait dengan progres pekerjaan.

Lebih lanjut kata Mukhzan, pada saat dilakukan pengecoran plat lantai PPTK tidak hadir ke lokasi, ia hanya menghubungi konsultan pengawas untuk mengawasi pelaksanaan pengecoran.

Seharusnya PPTK hadir bersama rekanan, konsultan pengawas untuk menyaksikan sendiri pengecoran beton dan pengisian kubus beton untuk mengambil sampel untuk diuji ke laboratorium, ujarnya.

BACA JUGA :   Sowan ke Kapolri, Dirjen Bea Cukai Minta Dukungan Naikan PNBP

Meskipun tidak hadir pada saat pengecoran akan tetapi PPTK menandatangi dokumen pencairan untuk pembayaran 100%, sehingga merugikan keuangan Negara, kata dia.

Untuk sementara hasil audit forensik engineering politeknik lhoksumawe terhadap kualitas, mutu dan volume pekerjaan jembatan pangwa tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam adendum kontrak ADD-II Nomor: 283.2/ADD-II/SPK/BPBA/VII/2018, SNI 03-3403-1994 elemen struktur beton tidak satupun memenuhi kuat tekan yang disyaratkan, ujarnya.

Selain itu kata dia, Jembatan pangwa tidak memenuhi spesifikasi umum pekerjaan jalan dan jembatan dan ini berpotensi terjadi total loss terhadap volume pekerjaan mutu beton.

Diketahui, sebelum ini pihak kejaksaan negeri pidie jaya dalam kasus yang sama telah melakukan penahanan terhadap tersangka lainnya MAH, AHZ dan MUR yang terindikasi tindak pidana korupsi di plat lantai jembatan pangwa.

BACA JUGA :   Kemendagri: Kualitas Pelayanan Publik yang Prima Harus Dirasakan Semua Kalangan Masyarakat

Tersangka diancam pidana pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana, ujar Mukhzan.

Setelah kegiatan press release selesai tersangka TRA langsung diberangkatkan ke Banda Aceh menggunakan mobil kejaksaan Pidie Jaya untuk dititipkan di Rumah Tahan Negara Kajhu Aceh Besar, tutup kajari. (*)

UPDATE CORONA