DPR-RI Minta Kemenhub Tidak Abaikan Keberadaan Pelabuhan di Aceh

oleh -169.489 views

IDUL FITRI

Lhokseumawe I Realitas – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia diminta untuk tidak mengabaikan keberadaan sejumlah pelabuhan di Provinsi Aceh, peran dan fungsi pelabuhan sangat strategis dalam upaya meningkatkan sektor ekonomi terutama di daerah.

Hal itu dikatakan anggota DPR-RI asal Aceh, Ilham Pangestu disela kegiatan kunjungan kerja (reses) ke Pelabuhan Krueng Geukuh Lhokseumawe, Rabu (21/4/2021).

REALITAS TV

“Kami berharap Kementerian Perhubungan untuk care more (lebih peduli) khususnya terhadap perkembangan pelabuhan di Aceh” kata Ilham Pangestu.

BACA JUGA :   Asisten II Pemkab Batu Bara Wakili Bupati Tinjau 3 Pasar

Ia menambahkan, dari segi kepentingan daerah pelabuhan memiliki arti ekonomis yaitu karena pelabuhan mempunyai fungsi sebagai tempat ekspor impor dan kegiatan ekonomi lainnya.

Legislator partai Golkar ini mengakui sedih dan prihatin, setelah melihat langsung kondisi beberapa pelabuhan di Aceh yang serba kekurangan khususnya sarana atau fasilitas infrastruktur pendukung pelabuhan.

“Kondisi ini tidak boleh terpelihara dan terawat dengan baik, dan ini merupakan tugas dan tanggung jawab Kementerian Perhubungan, pungkasnya prihatin saat melihat langsung kondisi kapal patroli milik pelabuhan yang teronggok didarat karena kondisi rusak.

BACA JUGA :   Pimpinan Teroris TPNPB-OPM Marah ULMWP Rilis 12 Kabinet/Departemen

Kedatangan Anggota komisi V DPR-RI yang membidangi, Perhubungan Kemendes PUPR,BNPB dan BMKG turut juga didampingi Sekretaris DPD II Partai Golkar Langsa, Khairul Amri,S.Pd, beserta robongan disambut langsung oleh Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Krueng Geukuh Lhokseumawe, Azwar,SH.MM.

Orang nomor satu jajaran otoritas pelabuhan Krueng Geukuh Lhokseumawe ini turut mendampingi langsung Ilham Pangestu meninjau dan melihat langsung kondisi pelabuhan setempat.

Dalam kesempatan itu Azwar sempat mengutarakan sejumlah kebutuhan mendesak terkait fasilitas maupun penunjang operasional Kesyahbandaran seperti lampu penerang seluruh wilayah teotorial pelabuhan serta kebutuhan dua unit Tugbot (bot penarik kapal), tutupnya. (Jamil Gade)

UPDATE CORONA