DPR-RI Minta Kemenhub Tidak Abaikan Keberadaan Pelabuhan di Aceh

oleh -308.759 views

Lhokseumawe I Realitas – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia diminta untuk tidak mengabaikan keberadaan sejumlah pelabuhan di Provinsi Aceh, peran dan fungsi pelabuhan sangat strategis dalam upaya meningkatkan sektor ekonomi terutama di daerah.

Hal itu dikatakan anggota DPR-RI asal Aceh, Ilham Pangestu disela kegiatan kunjungan kerja (reses) ke Pelabuhan Krueng Geukuh Lhokseumawe, Rabu (21/4/2021).

“Kami berharap Kementerian Perhubungan untuk care more (lebih peduli) khususnya terhadap perkembangan pelabuhan di Aceh” kata Ilham Pangestu.

Ia menambahkan, dari segi kepentingan daerah pelabuhan memiliki arti ekonomis yaitu karena pelabuhan mempunyai fungsi sebagai tempat ekspor impor dan kegiatan ekonomi lainnya.

BACA JUGA :  Jemi Rhoma Resmi Ditetapkan sebagai Bakal Calon Geuchik Gampong Jawa Periode 2026–2032

Legislator partai Golkar ini mengakui sedih dan prihatin, setelah melihat langsung kondisi beberapa pelabuhan di Aceh yang serba kekurangan khususnya sarana atau fasilitas infrastruktur pendukung pelabuhan.

“Kondisi ini tidak boleh terpelihara dan terawat dengan baik, dan ini merupakan tugas dan tanggung jawab Kementerian Perhubungan, pungkasnya prihatin saat melihat langsung kondisi kapal patroli milik pelabuhan yang teronggok didarat karena kondisi rusak.

Kedatangan Anggota komisi V DPR-RI yang membidangi, Perhubungan Kemendes PUPR,BNPB dan BMKG turut juga didampingi Sekretaris DPD II Partai Golkar Langsa, Khairul Amri,S.Pd, beserta robongan disambut langsung oleh Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Krueng Geukuh Lhokseumawe, Azwar,SH.MM.

BACA JUGA :  Tiga Penambang Emas di Aceh Jaya Meninggal Tertimbun Longsor

Orang nomor satu jajaran otoritas pelabuhan Krueng Geukuh Lhokseumawe ini turut mendampingi langsung Ilham Pangestu meninjau dan melihat langsung kondisi pelabuhan setempat.

Dalam kesempatan itu Azwar sempat mengutarakan sejumlah kebutuhan mendesak terkait fasilitas maupun penunjang operasional Kesyahbandaran seperti lampu penerang seluruh wilayah teotorial pelabuhan serta kebutuhan dua unit Tugbot (bot penarik kapal), tutupnya. (Jamil Gade)