Bareskrim Buka Posko Pengaduan Korban EDCCash

oleh -100.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban penipuan investasi bodong dalam produk kripto atau mata uang virtual melalui perusahaan E-Dinar Coin Cash (EDCCash).

Direktur Tindak Pidana Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Helmy Santika mengatakan bahwa posko laporan itu.

REALITAS TV

Nantinya digunakan untuk mendata secara utuh kerugian seluruh korban yang menjadi member di perusahaan ini. Nantinya, kerugian itu akan coba dikembalikan oleh kepolisian.

“Harapannya masyarakat yang menjadi korban hak-haknya bisa kembali,” kata Helmy kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

BACA JUGA :   Terapkan Prokes Bupati Batu Bara & Seluruh Jajaran OPD Sholat Idul Fitri

Dia mengatakan pengembalian dana investasi itu akan dimaksimalkan melalui sejumlah aset yang disita oleh penyidik dari para tersangka. Namun demikian, kata dia, aset-aset tersebut masih akan dipastikan ditelusuri dahulu oleh polisi.

Helmy menuturkan, saat ini pun penyidik masih melakukan pelacakan aset (asset tracing). Sejauh ini, penyidik sudah menyita sejumlah mobil, uang tunai, hingga beberapa barang mewah lainnya.

“Dari barang yang kami amankan: mobil misalnya perolehannya dari mana, kapan, terus misalnya tadi ada uang, uang ini dari mana. Terus ada emas,” ucap Helmy.

“Bernilai ada, tapi nilainya berapa masih dihitung,” tambahnya.

Helmy mengatakan bahwa korban yang dirugikan dapat langsung melapor ke Gedung Bareskrim Polri, tepatnya di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Subdit Industri Keuangan Nonbank.

EDCCash sendiri menggalang dana investasi dari masyarakat secara ilegal dan produk mereka pun tidak terdaftar di otoritas pemerintah seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ataupun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Bareskrim menduga, terdapat setidaknya 57 ribu nasabah yang menjadi korban dari perusahaan ini. Kerugianya ditaksir mencapai Rp285 miliar hingga Rp500 miliar.

BACA JUGA :   Hadapi Arus Balik, Polda Banten Akan Periksa Kendaraan di 24 Pos

Nilai tetrsebut dapat berubah lantaran masing-masing member tidak menyetorkan harga minimal pendaftara, yakni Rp5 juta.

Modus penipuan dalam perkara ini ialah perusahaan meminta agar para anggota (member) membayar Rp5 juta dengan rincian Rp4 juta untuk dikonversi menjadi 200 koin, biaya sewa cloud sebesar Rp300 ribu dan biaya untuk para upline sebesar Rp700 ribu.

Para korban kemudian dijanjikan keuntungan 0,5 persen per hari, dan 15 persen per bulan. Hal itu bisa dilakukan, meskipun mereka tidak bekerja sekalipun. (*)

Sumber: Cnn

UPDATE CORONA