Propam Polri Jamin Obyektif dan Transparan Proses Laporan Terhadap Kapolresta Malang

oleh -137.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Mediarealitas.com – Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo menjamin akan obyektif dan transparan dalam memproses laporan terhadap Kapolresta Malang Kombes (Pol) Leonardus Simamarta.

Leonardus dilaporkan ke Propam Polri atas dugaan ujaran rasialisme terhadap mahasiswa Papua saat mengamankan aksi unjuk rasa.

REALITAS TV

“Propam Polri akan obyektif dan transparan dalam memproses dan menindaklanjuti setiap laporan pengaduan masyarakat terkait perilaku anggota Polri dalam pelaksanaan tugas,” kata Ferdy dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).

BACA JUGA :   Jajaran Polda Aceh Siap Sampaikan Tausiyah Kamtibmas Kepada Masyarakat

Ia mengatakan, Propam Polri akan segera melakukan penyelidikan dan klarifikasi baik dari pelapor maupun terlapor.

“Divisi Propam akan mulai melaksanakan penyelidikan dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait baik dari pelapor dan terduga pelanggar,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Papua melaporkan Leonardus atas dugaan ujaran rasialisme dalam pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa Papua.

Laporan dibuat oleh Aliansi Mahasiswa Papua Jabodetabek atas nama Arman Asso kepada Propam Mabes Polri. Laporan kemudian terdaftar dengan nomor SPSP2/815/III/2021/Bagyanduan tanggal 12 Maret 2021.

Kuasa hukum Aliansi Mahasiswa Papua, Michael Himan mengatakan, ujaran rasialisme itu diucapkan Leonardus saat mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Solidaritas Papua Bersama Rakyat (Gempur) di Malang, Jawa Timur pada 8 Maret 2021.

Ia menjelaskan, saat situasi aksi unjuk rasa mulai memanas, Leonardus sempat memberi perintah kepada anggotanya untuk menembak para mahasiswa tersebut. Ucapan itu dinilai sangat memukul perasaan masyarakat Papua.

BACA JUGA :   BNN Buka Suara Soal Anggota DPRK Bireuen DPO Poldasu Terkait Narkoba Akhirnya Ditangkap

“Ujaran rasis tersebut sangat memukul perasaan kami orang Papua, yang mana sebagai pemimpin yang seharusnya mengedepankan hak asasi manusia.

Maupun memberikan pelayanan ketertiban demonstrasi dengan baik namun melakukan pernyataan yang sangat sangat rasislah,” ujar Michael. (*)

Sumber: KPS

UPDATE CORONA