Ketua KPK Nilai Kemiskinan di Aceh Tanggung Jawab Semua Pihak

oleh -1.234.489 views
Ketua
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menilai masalah kemiskinan di Aceh bukan hanya semata-mata tanggungjawab gubernur/Foto : Sindonews

IDUL FITRI

Banda Aceh I Mediarealitas.com – Ketua komisi pemberantas korupsi (KPK) Firli Bahuri, menilai kemiskinan di Aceh merupakan tanggung jawab bersama semua pihak, sebab angka kemiskinan di Aceh merupakan akumulatif dari sumbangan angka kemiskinan di kabupaten/kota.

“Tingkat kemiskinan suatu provinsi, itu bukan kerjanya gubernur, bukan kerjanya DPR, tetapi kerja semua rakyat mulai yang ada di tingkat desa, kecamatan dan juga kabupaten.

REALITAS TV

Artinya ada andil rekan-rekan bupati dan wali kota, karena angka kemiskinan di provinsi itu adalah angka kumulatif dan representasi dari kabupaten/kota,” kata Firli saat menjawab pertanyaan pers terkait penggunaan dana otonomi khusus dan angka kemiskinan Aceh dalam acara pelantikan pengurus JMSI Aceh, di Hotel Hermes Palace.

Oleh sebab itu, Firli meminta Gubernur Aceh segera menggelar rapat koordinasi bersama bupati dan wali kota untuk membahas masalah tersebut dan merumuskan solusinya.

Begitupun dengan angka pengangguran, Firli menilai masalah tersebut berhubungan erat dengan iklim investasi dan peluang lapangan pekerjaan.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat mengupayakan kemudahan melakukan usaha sehingga investor tertarik menanamkan modalnya di Aceh.

“Dengan demikian angka pengangguran bisa kita tekan, karena terbukanya ruang lapangan kerja, kalau itu bisa terjadi maka pendapatan rakyat akan meningkat dan sekaligus akan berpengaruh langsung untuk menekan angka kemiskinan,” kata Firli. kepada Wartawan Sabtu (27/3/2021).

Firli menyebutkan, ada tiga syarat yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan kesejahteraan.

Pertama harus adanya kepastian hukum dan keamanan serta keadilan.

Kemudian kondisi suatu daerah harus meyakinkan dan memberi peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan terkahir pemerintah dan segenap unsur lainnya harus mampu menghadapi kondisi krisis seperti saat ini, yaitu pandemi Covid-19, ujar ketua KPK.  (*)

UPDATE CORONA