Diduga Gunakan Ijazah Palsu Pemilihan Kepala Desa : Bupati Aceh Timur Diminta Jangan Lantik Geusyik Terpilih Gampong Paya Demam Dua

oleh -754.489 views
Diduga Gunakan
Ketua YARA Perwakilan Langsa, H A Muthallib Ibr, SE, SH, MSi, M.kn,

IDUL FITRI

Aceh Timur I Mediarealitas.com – Diduga gunakan ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, Bupati Aceh Timur diminta jangan lantik Geuchik Terpilih Gampong Paya Demam Dua, Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur.

Tim Kuasa Hukum dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Langsa, H A Muthallib Ibr, SE, SH, MSi, M.kn, dan Zaid Al Adawi, S.H mendapatkan Kuasa Khusus dari Yusuf dan Bachtiar Juned kedua pemberi kuasa tersebut merupakan warga Gampong Paya Demam Dua Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

REALITAS TV

H A Muthallib Ibr, SE, SH, MSi, M.kn, memberi keterangan kepada sejumlah Wartawan Rabu (17/3/2021) bahwa kliennya merasa keberatan, namun keberatan bukan merupakan bentuk sengketa pemilihan, melainkan mereka merasa di curangi karena Keuchik Terpilih Paya Demam Dua MU di duga mendaftar diri sebagai calon Geuchik diduga menggunakan Ijazah Palsu, ujar H Thallib.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Ijazah No: 03/LPI/DNS/2006 atas nama MU, yang dikeluarkan oleh Pesantren Lembaga Pendidikan Islam Dayah Nurussa’adah Paya Demam Sa, tidak memenuhi syarat, di karena pihak Pesantren mengeluarkan ijazah terhadap santri yang tidak pernah mondok di Pasantren itu, ujar H Thallib yang juga Dosen Fakultas Hukum Unsam.

Dapat dikatakan Pesantren Lembaga Pendidikan Islam Dayah Nurussa’adah Paya Demam Sa, diduga mengeluarkan ijzah dengan melawan ketentuan hukum, ujar H Thallib yang juga mantan Wakil Ketua PWI Aceh.

Menurut H Thallib, yang juga Mantan Ketua Panwaslu Aceh Timur, pelaku pemberi Ijazah secara melawan hukum dapat dijerat secara ketentuan Pasal 68 ayat (1) UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, ujar nya.

Kemudian penerima atau yang mengunakan ijazah tersebut dapat dijerat sesuai Pasal 68 ayat (2) UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara, ujar H Thallib.

Kami sebagai kuasa Hukum, meminta kepada Bupati Aceh Timur, Hasballah Bin H.M Thaib, S.H atau yang akrab di sapa Rocky, untuk tidak melantik Geuchik terpilih Gampong Paya Demam Dua Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur.

Kita sudah menyurati secara tertulis baik pihak Bupati, Kakandepag, Camat Kecamatan Pante Bidari, dan pihak Pasantren yang mengelurkan ijazah, semua pihak harus menghormati hukum dan kita akan proses sesuai dengan aturan hukum kasus dugaan ijazah Palsu ini yang digunakan untuk kepentingan Negara, kita juga akan laporkan kasus ini secara pidana nantinya setelah kita terima surat balasan yang sudah kita kirim, kemarin, ujar H Thallib yang juga Advokat.

Sementara itu Zaid Al Adawi, S.H,  juga menjelaskan pihaknya telah melakukan upaya-upaya seperti telah menyurati pihak-pihak terkait, seperti Bupati Aceh Timur, yang juga di tembuskan Kepada Camat Pante Bidari, selain itu ia juga menyurati Kantor Kementrian Agama Kabupaten Aceh Timur, serta Kementrian Agama di Jakarta.

Ia berharap permasalahan segera terselesaikan, namun jika tidak ada solusi dari pihak terkait, maka pihaknya akan menyelesaikan permasalahan ini secara hukum.

Ini negara hukum semua persualan harus kita proses secara hukum.

Sampai berita ini di tayangkan pihak media ini belum mendapatkan klarifikasi, baik dari Kechik terpilih Paya Demam Dua maupun pihak Pesantren Lembaga Pendidikan Islam Dayah Nurussa’adah Paya Demam Sa Kabupaten Aceh Timur. (Red)

UPDATE CORONA