BNN Jatim Jelaskan Penghadangan Massa Saat Tangkap Bandar Narkoba di Sampang

oleh -103.489 views
Foto: Ilustrasi

IDUL FITRI

Surabaya I Media Realitas.Com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur menjelaskan telah terjadi penghadangan kepada petugas oleh massa saat melakukan penangkapan terhadap seorang bandar narkoba di wilayah Sokobanah, Sampang.

“Menanggapi pemberitaan yang viral terkait penggerebekan bandar narkoba di Sokobanah, Sampang, kami membenarkan adanya upaya penangkapan tersebut,” ujar Kabid Pemberantasan BNN Jatim Kombes Pol Monang Sidabukke melalui keterangan tertulis di Surabaya, Sabtu (06/3/2021).

REALITAS TV

Kombes Monang mengungkapkan kronologi penangkapan tersebut bermula saat BNN Jatim melakukan pemetaan di wilayah kecamatan Sokobanah, Sampang, pada Kamis (4/3/2021).

BACA JUGA :   Konflik Lahan di Pelalawan Akan Dibawa ke Komisi II DPR RI

Ketika itu, kata dia, petugas berpapasan dari arah berlawanan dengan seseorang yang diduga adalah bandar narkoba berinisial HS, yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 3 kilogram.

Kemudian petugas memutar balik berusaha mengejar HS namun kehilangan jejak.

BACA JUGA :   Tingkatkan Pelayanan Publik, Polres Sergai Miliki Pelayanan Terpadu Mobil Keliling Bertuah

“Selanjutnya petugas BNN Jatim menuju Polsek Sokobanah untuk berkoordinasi. Setelah dilakukan koordinasi maka diputuskan untuk mencari HS di sekitar lokasi pertemuan antara petugas BNN dan HS,” ucapnya.

Namun, lanjut dia, ternyata HS diketahui berada di sekitar rumahnya yang kemudian dilakukan pengejaran. HS akhirnya ditangkap dengan bantuan Polsek Sokobanah di dekat rumahnya di Sokobanah, Sampang.

“Pada saat penangkapan itulah terjadi tindakan penghadangan yang dilakukan oleh massa dengan membawa celurit dan kayu.

BACA JUGA :   Mendagri Usul Tema RKPD Provinsi Papua Mengakomodir Pengendalian Covid-19 sekaligus Pemulihan Ekonomi

 Mereka juga berteriak-teriak serta berusaha menghalangi petugas BNNP Jatim dan Polsek Sokobanah, kemudian DPO HS dibawa pergi oleh massa,” katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, BNN Jatim langsung mengumpulkan kepala desa dan tokoh masyarakat di daerah tersebut untuk mendukung BNN dan aparat hukum dalam melaksanakan tugas. (*)

Sumber: Ant

UPDATE CORONA