Penyelidik Kecelakaan Udara Indonesia Mengirim Suku Cadang Pesawat Ke AS, Inggris Untuk Diperiksa

oleh -111.489 views
FOTO FILE: Petugas Badan Pencarian dan Penyelamatan Indonesia mengamati puing-puing yang baru ditemukan, selama operasi pencarian dan penyelamatan untuk penerbangan Sriwijaya Air SJ182, di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia 15 Januari 2021.

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Penyelidik kecelakaan udara Indonesia telah mengirim lima komponen pesawat jet Sriwijaya Air yang jatuh ke Amerika Serikat dan Inggris untuk diperiksa, termasuk autothrottle yang mengontrol tenaga mesin secara otomatis, kata kepala badan tersebut, Selasa (02/02/2021).

Boeing Co 737-500 yang berusia 26 tahun jatuh ke Laut Jawa tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada 9 Januari, menewaskan 62 orang di dalamnya.

REALITAS TV

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan kepada Reuters, komponen tersebut telah dikirim untuk diperiksa guna membantu mengetahui mengapa parameter autothrottle berubah. Dia tidak mengidentifikasi bagian lainnya.

BACA JUGA :   Langgar Surat Edaran Bupati Aceh Timur, Tiga Tempat Usaha Disegel Satgas Yustisi

Perekam data penerbangan (FDR) pesawat telah ditemukan dan dibaca oleh penyelidik, tetapi pencarian maritim sedang dilakukan untuk unit memori perekam suara (CVR) kokpit yang menurut Tjahjono akan membantu menjelaskan faktor manusia di balik kecelakaan itu.

“Kalau FDR saja kita tidak tahu kenapa parameternya berubah, apa alasannya,” ujarnya tentang autothrottle. “Kami membutuhkan konfirmasi dari komponen yang kami kirim ke AS dan Inggris serta CVR.”

BACA JUGA :   Kenapa Dewan Pers Itu Harus Dibubarkan, Ini Kata Ketua PPWI

KNKT mengatakan bulan lalu sedang menyelidiki apakah masalah dengan sistem autothrottle berkontribusi pada kecelakaan itu, mengingat masalah itu telah dilaporkan pada penerbangan beberapa hari sebelumnya.

Pesawat boleh terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi karena pilot dapat mengontrolnya secara manual.

KNKT berencana untuk segera mengeluarkan laporan awal terkait kecelakaan itu, kemungkinan pada 9 Februari, kata Tjahjono.

Mengutip sumber yang dekat dengan investigasi, Wall Street Journal (WSJ) bulan lalu melaporkan data FDR menunjukkan sistem autothrottle tidak beroperasi dengan baik di salah satu mesin pesawat saat naik saat berangkat dari Jakarta.

BACA JUGA :   Lecehkan LSM, Oknum Kades Penyaguan di Adukan 8 LSM ke Polisi

Alih-alih mematikan sistem, FDR mengindikasikan pilot mencoba untuk membuat throttle yang macet berfungsi, kata WSJ. Itu bisa menciptakan perbedaan tenaga yang signifikan antar mesin, membuat jet lebih sulit dikendalikan.

Tjahjono mengatakan laporan WSJ tidak benar dan lebih banyak informasi akan diberikan dalam laporan awal KNKT.(*)

Sumber:(Reuters)

UPDATE CORONA