Mahkamah Syar’iyah Jantho Akan Mengadili 26 Perkara

oleh -57.489 views
Mahkamah

IDUL FITRI

Jantho I Realitas – Sebagaimana dilansir di situs laman SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) Mahkamah Syar’iyah Jantho, pada hari ini Selasa (23/02/2021), Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Jantho akan mengadili 26 perkara, dengan rincian 18 perkara adalah perkara gugatan (Contensius) dan 2 perkara Permohonan (Voluntair) serta 6 perkara Pidana Islam (Jinayah ).

Dari sejumlah perkara perdata adalah perkara sengketa kebendaan dalam klasifikasi kewarisan, dan perkara sengketa keluarga.

Sedangkan untuk perkara jinayah dengan perkara yang akan disidangkan ada 6 perkara, 4 perkara Ikhtilat para terdakwa didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Jantho pasal 23, Pasal 24 dan Pasal 25 Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2016 tentang Hukum Jinayat.

BACA JUGA :   Dewan Juri BHACA 2017 Usul Pencabutan Penghargaan Untuk Nurdin Abdullah

Sedangkan dua perkara lainnya ( 21 dan 22 /JN/MS.Jth ) adalah perkara yang sempat mengejutkan masyarakat Aceh secara umumnya yaitu pada bulan Desember 2020, dimana ayah dan paman kandung melakukan rudakpaksa terhadap seorang anaknya yang masih berusia yaitu dibawah umur (10 tahun ).

BACA JUGA :   Tim Peucrok Jaring 30 Orang Pelanggar Prokes di Lampineung

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Siti Salwa SHI MH., melalui Humasnya Tgk Murtadha Lc, pada saat dihubungi oleh Pegiat Media ini turut menyampaikan “ bahwa benar seperti apa yang telah tertera di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

Mahkamah Syar’iyah Jantho, dan setelah kami konfirmasi dengan Majelis yang menyidangkan perkara Jinayah, dua perkara Jinayat adalah sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa, dua perkara Ikltilat lainnya adalah dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa.

BACA JUGA :   18 Orang Tewas dalam Sehari di Myanmar, Pemimpin Dunia Mengutuk Tindakan Keras Atas Militer

Sedangkan perkara rudakpaksa anak dengan agenda pemeriksaan terdakwa dan setelah itu baru dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi A de Charge yang merupakan saksi yang diajukan oleh terdakwa dalam rangka melakukan pembelaan atas dakwaan yang ditujukan kepada para terdakwa “ ujar Murtadha seraya meminta izin untuk menutup telepon seluler miliknya. (*)

UPDATE CORONA