Ketua DPC PDI Perjuangan Simeulue Mengapresiasi Kehadiran Nova Ke Simeulue Besok, Diharap Selain “Mengantar” Kapal Dapat Mendongkrak Harga Cengkeh

oleh -113.489 views
FOTO : Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Simeulue Rahmad SH

IDUL FITRI

Simeulue I Realitas – Ketua DPC PDI Perjuangan Simeulue Mengapresiasi Kehadiran Nova Ke Simeulue Besok, Diharap Selain “Mengantar” Kapal Dapat Mendongkrak Harga Cengkeh.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Simeulue Rahmad SH menyatakan sama dengan rakyat kebanyakan di Simeulue, menyambut hangat rencana kunjungan kerja Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada Selasa Besok, Selasa (02/02/2021).

REALITAS TV

Katanya sebagaimana dikabarkan Syahrian anggota DPRK Simeulue bahwa rencana kunjungan kerja Nova Iriansyah, Gubernur Aceh yang juga Ketua Partai Demokrat Provinsi Aceh ke Simeulue pada Selasa (02/02/2021) itu positif.

Menurut Rahmad sekilas memang kunjungan kerja seorang Gubernur ke suatu Kabupaten di Provinsi yang sama merupakan suatu yang biasa saja, namun kunjungan Nova Iriansyah ke Simeulue kali ini menjadi luar biasa. Banyak warga yang antusias bahkan menjadi seakan dinanti-nanti.

Katanya andaikan bukan musim pademi Covid 19 mungkin akan ada ribuan orang Simeulue yang berkerumun menyambut kedatangan sang Nova ke Simeulue esok itu.

” Iya, pasalnya,l Nova Iriansyah ke Simeulue kali ini datang bukan untuk sebatas retorika melainkan membawa sesuatu yang bermakna hadiah berharga dari Program Pasangan Irwandi-Nova yang tertuang dalam RPJM Pemerintah Aceh 2017-2022.

Adapun nilai hadiah bagi rakyat Simeulue ini nilainya sangat Wah, bahkan tergolong besar untuk kepentingan umum di pulau itu, “Ya, Sebuag Kapal Ferry Baru dengan nama KMP Aceh Hebat 1,” jelas Rahmad.

Jenis kapal itu model Roro ,1.300 GT yang diberi nama KMP Aceh Hebat I di buat di Galangan PT. Multi Ocean Shipyard (PT.MOS).

Mampu menampung 250 orang penumpang, serta 188 tempat tidur dan dapat mengangkut 33 kendaraan berbagai ukuran bisa melaju dengan kecepatan maksimal 12 knot.

Suply itu semata mata untuk menambah Armada penyeberangan laut ke Pulau Pengasil Cengkeh dan Lobster itu yang selama ini hanya dilayari Kapal Ferry KMP Teluk Sinabang dan KMP Kuala Batee II dari Pemerintah Pusat melalui PT. ASDP dan Tol Laut Program Jokowi, Sabuk Nusantara 110 dan satu lainnya dibawah PT Pelayaran Pelangi Tuanggal Ika.

BACA JUGA :   Tangani Kasus Mara Salem Harahap, Kapolres Simalungun Turun ke TKP

Menurutbya, khusus Ferry KMP, Kuala Bate II selain kapasitas sangat terbatas, kecil kondisinya pun sebagian sudah mulai usang termakan usia bahkan tak jarang kita dengar rusak tiba-tiba. Acap off berlayar sebelum massa docking.

Dampaknya penyeberangan ke Simeulue sering terganggu, macet. Bila badai karena kecil dan kondisi kapal yang sudah tua kerap menunda pelayaran bahkan hingga berminggu-minggu.

Sementara rakyat Simeulue yang untuk kebutuhan pangan & sandang hampir 90 persen masih ketergantungan ke Daratan Sumatera termasuk sayur mayur ketika menghadapi masa masa buruk itu hanya bisa mengurut dada.

Bila sudah begitu otomatis harga bahan pokok di Simeulue, naik deras. Bahkan untuk cabai, bawang merah, bawang putih, sayuran lainya bisa melonjak hingga100 bahkan 200 persen dari harga pasar di Sumatera.

Selain itu yang sangat merasa bila pelayaran terunda yakni bagi masyarakat dan abang abang sopir yang sedang melakukan perjalanan dari dan ke Daratan Sumatera ke Simeulue mau tidak mau harus mencari tambahan untuk biaya antrian di pelabuhan penyeberangan.

Sebab itulah katanya warga Simeulue yang menjadi care akan kunjungan Nova Iriansyah ke Simeulue kali ini.

Selain itu kabar baik lainnya, bahwa Nova Iriansyah akan segera merealisasikan penuntasan jalan lingkar Simeulue dari APBD Aceh dengan nilai Rp 220 Milyar lebih plus Irigasi 150 Milyar lebih melalui program kontrak tahun jamak (Multiyears) tahun 2021-2022. Tender dan pemenang kontrak proyek itu kabarnya sudah diumumkan.

Katanya, tentunya keseluruhan pemberian Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk rakyat Simeulue itu sesuatu yang harus diucapkan terima kasih, diacungi jempol dan tak boleh dilupakan.

Demikian timpal Rahmad mendukung pernyataan Sumadi Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Simeulue sebelumnya yang tak lain Sumadi merupakan satu timses inti pemenang Nova Iriansyah, saat Pilkada 2017.

BACA JUGA :   Empat Ton Beras Danrem 061/Sk Berbagi Kasih Untuk 400 Yatim dan Jompo

Menurut Rahmad agar perjuangan Nova Iriansyah untuk kemakmuran rakyat Simeulue menjadi benar benar sulit untuk dilupakan masyarakat Simeulue, kiranya kata dia sebagai harapan petani cengkeh di pulau itu agar Nova memperjuangkan harga cengkeh mereka yang saat ini sedang terpuruk.

Lobi Presiden

Adapun menurut Ketua Banteng Simeulue ini dia dan masyarakat pernah mendengar berita medio tahun lalu bahwa Gubernur Nova Iriansyah waktu itu masa Plt. Pernah sukses melobi Presiden Jokowi untuk menyarankan BUMN membeli Kopi Gayo dengan menjanjikan menggelontorkan dana Rp 1 Triliun.

Lalu, dia dan rakyat Simeulue sangat percaya kalaulah pak Gubernur sukses membantu petani kopi di Aceh bagian Tengah pihaknya juga sangat yakin bila Gubernur sudih dan sungguh sungguh bisa menlonjak kan harga cengkeh yang saat ini sangat murah di pulau itu naik kembali.

Menurut informasi yang diperoleh nya dari dunia Maya memang pasaran harga cengkeh di Simeulue dibanding dengan tempat tempat lain di Sumatera, Sulawesi dan Jawa sungguh sangat berbeda. “Seperti harga gorengan dan pizza,” ujarnya menamsilkan.

Adapun harga jual cengkeh oleh petani Simeulue ke pengepul per siang ini, Senin (01/02/2021) sekitar Rp 52.000. Harga ini dibandingkan dengan harga barang memang sangat lah tidak sepadan.

Menurut cerita dari orangtuanya bahwa dimasa Orba cengkeh di Simeulue jatuh harga hingga petani-petani cengkeh di Simeulue “hancur”, nah masalah itu dikaitkan publik dengan kehadiran dan tudingan adanya dugaan Monopoli oleh BPPC (Badan Penyangga dan Pembelian).

Lantas kini ditengah masyarakat dipulaunya muncul asumsi bahwa hari itu hidup sebelum reformasi nah kini zaman itu sudah berubah, pasca reformasi harga cengkeh di Simeulue memang pernah melampaui Rp 120.000 perkilonya bahkan terbaru dimasa pemerintahan kabupaten Simeulue sebelumnya, periode 2012/2017. Pemkab membuat MOU dengan perusahaan rokok sehingga harga cengkeh di Simeulue pernah juga tinggi.

BACA JUGA :   Ketumu Partai UKM Desak Polri Usut Pembunuhan Wartawan di Siantar

Kini menurut amatannya di lapangan sering berakhir masa kepemerintahan waktu harga cengkeh yang lumayan untuk menyambung harapan petani Cengkeh Simeulue hilang bak ditelan Samudera.

Kini, menurut nya perlu ada sosok orang atau pihak-pihak yang mau dan mampu mendongkrak harga cengkeh untuk membantu mendongkrak ekonomi Petani di Simeulue.

“Mudah-mudahan saja Gubernur Nova Iriansyah menjadi orang yang mampu menembus tirai pembatas antara Petani Cengkeh dan Perusahaan pengguna komoditas Cengkeh yang ada di dalam negeri dan mancanegara,” timpal seorang ibu tua yang tak ingin namanya ditulis disampaikan ulang oleh Rahmad.

Ibu itu menurut informasi yang didapat Kanya berharap bisa naik Haji ke Baitullah dari hasil cengkehnya, adapun ibu itu sedikit menceritakan kisahnya bahwa di awal awal kejayaan cengkeh di Simeulue komoditas itu bahkan dijuluki “emas hitam” nya Simeulue.

Bayangkan saja, katanya kalau dulu itu dua kilo cengkeh kering bisa beli satu kodi atau dua puluh lembar seng. Dengan 300 Kg Cengkeh kering bisa cukup ongkos satu orang naik haji. Namun katanya cengkeh satu kg kering dijual hanya bisa beli satu buah anak baju, kaos.

“Sementara harga rokok kretek dan produk lain yang menggunakan cengkeh sebagai bahan dasar melonjak terus, aneh memang saya jadi berpikir sama dengan para petani cengkeh bisa jadi harga cengkeh di Simeulue saat ini ada pihak tengkulak besar yang memainkannya,” jelas dia.

Mencermati keadaan miris yang ditanggung petani cengkeh Simeulue dia berharap juga perlu kehadiran orang besar setingkat Gubernur dan baik hati mau membantu mengurangi beban dan memenuhi harapan harapan petani cengkeh.

“Semoga saja kehadiran Pak Gubernur esok ke Simeulue menjadi solusi juga untuk harga cengkeh warga Simeulue, amiin ya Rabbal Alamin,” ujarnya menutup dengan doa penuh harap. (*)

UPDATE CORONA