Jasad Korban Pembantaian ISIS Digali dari Kuburan Massal di Irak

oleh -114.489 views

IDUL FITRI

Ninevah – Komunitas Yazidi di Irak utara telah membawa pulang 104 jenazah anggotanya yang dibunuh oleh kelompok yang menamai diri mereka Negara Islam (ISIS), selama kekuasaan mereka yang penuh teror pada tahun 2014.

Jenazah-jenazah itu telah diidentifikasi dan digali dari kuburan massal. Mereka kemudian dimakamkan di Desa Kocho dekat Gunung Sinjar di Provinsi Ninevah.

Perempuan dan anak-anak Yazidi masih dihantui kebrutalan ISIS.

Kisah pengacara yang menolak gaji besar demi memperjuangkan keadilan mantan budak seks ISIS.

BACA JUGA :   PKS Minta Dibatalkan Peraturan Presiden Terkait Investasi Miras di Bali-NTT-Sulut-Papua

Ribuan laki-laki terbunuh saat itu, sementara anak-anak dan perempuan diperbudak dan diperkosa ketika ISIS menguasai tempat di mana komunitas Yazidi tinggal.

PBB mengatakan ISIS telah melakukan genosida terhadap komunitas tersebut.

Sebanyak 104 jenazah itu adalah laki-laki yang dibunuh oleh militan ISIS pada Agustus 2014, kata kepala Organisasi Dokumentasi Yazidi, Khairi Ali Ibrahim.

Sebuah upacara pemakaman diadakan untuk mereka di memorial ‘Tentara Tak Dikenal’ di Baghdad pada hari Kamis sebelum jenazah-jenazah itu dibawa pulang ke Kocho.

BACA JUGA :   Ratusan Bhabinkamtibmas Dalam Jajaran Polda Aceh Dilatih Tracer Covid-19

“Ini adalah langkah awal untuk menghormati jenazah para korban ini dan juga akan menjadi langkah keadilan transisi bahwa para korban lain, yakni perempuan, anak-anak, yang selamat dari genosida akan diberi kompensasi,” kata aktivis hak asasi manusia Yazidi, Mirza Dinnayi.

“Saya berharap kita bisa berbuat lebih banyak dalam melindungi Yazidi dan mengatakan tidak untuk kejadian seperti ini di masa depan.”

Yazidi mempraktikkan suatu bentuk agama yang menggabungkan unsur-unsur Zoroastrianisme dan agama Mesopotamia kuno. Mereka dianggap sesat oleh ISIS.

BACA JUGA :   Anggota Koramil Matesih Bersama Polsek Laksanakan Operasi Yustisi

Diperkirakan ada sekitar 550.000 Yazidi yang tinggal di Irak sebelum ISIS menginvasi pada 3 Agustus 2014. Sekitar 360.000 Yazidi melarikan diri dan mencari perlindungan di tempat lain.

Amnesty International mengatakan pada bulan Juli 2020 bahwa sekitar 2.000 anak Yazidi yang selamat dari penahanan brutal ISIS masih belum mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. (*)

Sumber:(Dtc)

UPDATE CORONA