Israel Hancurkan 60 Rumah Suku Pengembara Desa Badui Pelestina di Tepi Barat

oleh -88.489 views

IDUL FITRI

Tepi Barat – Pasukan Israel menghancurkan rumah-rumah milik sekitar 60 orang suku pengembara Badui Palestina di Lembah Yordan, Tepi Barat pada Rabu (03/02/2021) waktu setempat.

Buldoser Israel merobohkan tenda-tenda dan toilet portabel milik keluarga Badui di Homsa al-Baqia, desa darurat dekat Tubas, Tepi Barat yang sebelumnya dihancurkan pasukan Israel pada November 2020.

REALITAS TV

Menurut kelompok hak asasi Israel, B’Tselem, sebanyak 61 orang, lebih dari setengahnya adalah anak-anak, kehilangan tempat tinggal setelah pembongkaran itu.

Misi Uni Eropa di wilayah Palestina mengumumkan akan mengunjungi lokasi situs tersebut pada hari Kamis (04/02/2021).

BACA JUGA :   Cegah Karhutla, Polresta Palangka Raya Ajak Peran Serta Pemilik Lahan

COGAT, cabang militer Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil di Tepi Barat, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa bangunan tersebut telah dibangun secara ilegal di zona pelatihan militer. Menurut COGAT, warga Badui telah setuju untuk dibongkar.

Namun, COGAT mengatakan keluarga-keluarga tersebut berubah pikiran, dan pada Rabu (3/2) “tenda-tenda terakhir yang tersisa di lokasi itu disita”.

Moataz Bisharat, seorang aktivis Palestina yang menentang pendudukan Israel di Tepi Barat, mengatakan tindakan itu mirip dengan melaksanakan hukuman mati pada semua komunitas Palestina di Lembah Yordan.

Lembah Jordan termasuk dalam “Area C” Tepi Barat, yang sepenuhnya dikendalikan oleh tentara Israel.

Di bawah hukum militer Israel, warga Palestina tidak dapat mendirikan bangunan di daerah tersebut tanpa izin, yang biasanya ditolak, dan pembongkaran adalah hal biasa.

Bisharat mengatakan jumlah keluarga Palestina di daerah Homsa al-Baqia telah berkurang lebih dari 186 keluarga pada tahun 1990 dan kini hanya tersisa 21 keluarga.

“Tujuannya … bukan hanya untuk menduduki Homsa, tapi seluruh Lembah Jordan,” ucapnya.

BACA JUGA :   Polantas Imbau 5m Dan Maskerisasi Pengunjung Cafe/Umkm di Pangkalan Bun Park

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak perang Enam Hari pada tahun 1967.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengatakan bahwa dirinya bermaksud mencaplok bagian-bagian di Tepi Barat dan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina itu, termasuk Lembah Jordan.

Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi lampu hijau atas rencana itu pada Januari tahun 2020 lalu. Namun, kesepakatan normalisasi yang mengejutkan antara Israel dan Uni Emirat Arab di akhir tahun lalu tampaknya menyebabkan aneksasi terhenti. (*)

Sumber: (Dtc)

UPDATE CORONA