Bea Cukai dan Satpol PP Amankan 251 Bungkus Rokok Ilegal di Bulukumba

oleh -89.489 views

IDUL FITRI

Bulukumba I Realitas – Bea Cukai dan Satpol PP Amankan 251 Bungkus Rokok Ilegal di Bulukumba.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus melakukan upaya dalam rangka mengurangi peredaran rokok ilegal.

Dalam rangka mendukung upaya menekan peredaran rokok ilegal, Bea Cukai Makassar menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bulukumba bersama-sama melakukan sinergi dengan bentuk melakukan Operasi Pasar Gabungan.

Operasi Pasar ini difokuskan di wilayah Komplek Ruko Terminal Induk, Pasar Sentral serta pertokoan disekitarnya yang berada di Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba.

BACA JUGA :   Seorang Residivis Berhasil Diringkus Tim Kucing Hitam Polres Simeulue

Dalam operasi pasar ini, diikuti sebanyak 22 personel yang terdiri dari 12 orang dari tim Bea Cukai Makassar, serta 10 orang personel dari Satpol PP Bulukumba.

Kegiatan operasi pasar gabungan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba dan Bea Cukai Makassar ini merupakan salah satu langkah sinergi dalam rangka mengoptimalkan penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Dimana dana ini nantinya sangat berguna untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bulukumba.

“Dengan kedatangan Bea Cukai Makassar dan dengan adanya Operasi Pasar Gabungan ini dapat memberikan pemahaman dan ilmu kepada pada anggota Satpol PP Bulukumba.

BACA JUGA :   Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Obat Aborsi Secara Online

Dalam mengindetifikasi jenis-jenis rokok ilegal yang beredar di masyarakat,” kata Kasatpol PP Bulukumba, Andi Baso Bintang, Senin (22/2/2021).

Dari hasil operasi pasar kali ini, tim berhasil mengamankan sebanyak 251 bungkus rokok ilegal yang berasal dari beberapa toko.

Adapun rokok-rokok tersebut merupakan rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang dilekati pita cukai palsu.

Atas temuan tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penindakan atas barang tersebut yang dilakukan oleh Bea Cukai Makassar dimana hal ini sesuai dengan amanah Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007.

BACA JUGA :   Viral, Polisi Pastikan Kelas Yoga Orgasme di Ubud Bali Batal Digelar

Selain dalam rangka menekan angka peredaran rokok ilegal, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan memberikan pemahaman berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Khususnya pelaku usaha dengan harapan para pedagang memahami ciri-ciri rokok ilegal, sehingga kedepannya para pedagang dapat menolak dan melaporkan apabila menemukan rokok ilegal di kemudian hari.

Sosialisasi juga dilakukan dalam bentuk pemasangan stiker disetiap toko yang dikunjungi. (*)

Sumber:(Trb)

UPDATE CORONA