Majelis Hakim PN Dumai Putuskan Hukuman Mati Terhadap Pelaku Membawa 32 Kg Sabu

oleh -143.489 views
Foto : Ilustrasi Narkotika Jenis Sabu

IDUL FITRI

Dumai I Realitas – Majelis hakim pengadilan negeri (PN) Kelas 1 A, Dumai, yang dipimpin oleh Ketua Alfonsus Nahak anggota Renaldo Tobing.

yang digantikan dengan Desbertua Naibaho dan Abdul Wahab, telah menjatuhi hukuman Mati kepada Dua terdakwa kasus narkoba, pada Senin (25/1/2021).

REALITAS TV

Dua terdakwa yang dijatuhi oleh majelis hakim dengan vonis hukuman Mati di awal 2021 ini, adalah M Yusuf dan Rio Sandri.

‎Pada sidang Vonis dua terdakwa tersebut, Majelis Hakim yang diketuai oleh Alfonsus Nahak memutuskan atau memvonis, dua terdakwa dengan hukuman pidana Mati.

Menanggapi hasil putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai, pada perkara ini, Agung Nugroho mengungkapkan, bahwa putusan hakim terhadap dua terdakwa Yusuf dan Rio lebih tinggi dari tuntutan yang diajukanya yakni hukuman seumur hidup.

Menurutnya Vonis hukuman mati kepada dua terdakwa tersebut sudah sesuai, bahkan lebih tinggi dari tuntutan, pasalnya narkoba yang hendak diselundupkan ini, bukanlah sedikit, ada sekitar 32,1 Kg sabu.

‎Agung sapaan akrabnya berharap dengan divonisnya hukuman mati bisa memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya, sehingga kedepan Dumai, bisa bersih dari narkoba.

Bisa dibayangkan, tambahnya, jika narkoba ini lolos dan menyebar di masyarakat, bahkan generasi muda pun juga bisa hancur akibat narkoba ini.

BACA JUGA :   Panglima TNI dan Kapolri Rangkul Tokoh Agama Untuk Tekan Covid-19 di Bangkalan

“Karana kita tahu efek dari Narkoba ini sangat berbahaya dalam merusak generasi muda, kami juga meminta dukungan dari semua elemen masyarakat,” katanya

Agung mengaku, siap jika kuasa hukum dua terdakwa akan melakukan banding atas vonis dari majelis hakim PN Dumai.

Sementara, Humas PN Dumai, Renaldo Tobing‎ mengungkapkan, bahwa terdakwa M Yusuf dan Rio kasus penyelundupan Narkoba telah dijatuhi hukuman mati, lebih tinggi dari tuntutan jaksa yakni seumur hidup.

Ia menambahkan, hal hal yang memberatkan ke dua terdakwa yakni, perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba, menyebabkan kerugian Negara, merusak generasi muda negara.

Bukan hanya itu saja, tambahnya, kedua terdakwa juga termasuk ‎dalam sindikat jaringan narkoba internasional, dan jumlah barang bukti termasuh dalam jumlah yang banyak.

“Beberapa hal tersebutlah yang memberatkan ke dua terdakwa dan majelis hakim sepakat menjatuhi hukuman kepada kedua terdakwa dengan hukuman mati,” pungkasnya.

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru, memusnahkan 3 kg lebih narkotika jenis sabu hasil pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan sindikat internasional, Senin (25/1/2021).

BACA JUGA :   MG Tertangkap Tangan Sedang Nyetrum Ikan, di Amankan Polsek Jenamas

Barang haram ini dimusnahkan dengan cara dimasukkan ke dalam ember berukuran besar berisi air, kemudian diaduk sampai hancur.

Selanjutnya, dicampur dengan cairan pembersih lantai. Tidak dimusnahkan semuanya, sebagian sabu disisihkan guna kepentingan pemeriksaan di Laboratorium Forensik dan juga pembuktian di persidangan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba ini, pihaknya turut bekerjasama dengan aviation security (Avsec) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II.

“Ini sindikat internasional, total ada 8 orang tersangka. Keterangan mereka, sabu dibawa dari Negara Malaysia dengan speedboat. Kita musnahkan 3,6 kg sabu,” jelas Nandang.

Pengungkapan bermula dari diamankannya seorang penumpang pesawat dengan tujuan Jakarta di Bandara SSK II Pekanbaru.

Awalnya pada, 7 Januari 2021, sekitar pukul 13.30 WIB, tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru mendapat informasi dari petugas Avsec bandara, terkait diamankannya seorang pria yang diduga membawa narkotika jenis sabu.

Berkaitan dengan informasi itu, tim mendatangi bandara SSK II Pekanbaru dan berkoordinasi dengan Avsec bandara.

Ternyata benar, 1 orang berinisial RM diamankan beserta 4 paket sabu dengan jumlah 2.019 gram. Sehubungan dengan hal tersebut, aparat melakukan pengembangan penyelidikan.

Tim menuju ke sebuah hotel di Jalan SM Amin di daerah Tampan, Kota Pekanbaru. Di dalam kamar hotel itu, ditangkap tersangka lainnya yang masih satu jaringan, yakni MW dan MI. Ditemukan juga 4 paket besar sabu dengan jumlah 1.822,2 gram.

BACA JUGA :   LASKAR : LSM Sejati Jangan Tebar Hoax, Belajar Jika Tidak Tau Aturan

Berdasarkan keterangan tersangka, sabu itu dibawa dari Kota Dumai. Polresta Pekanbaru kembali melakukan penelusuran jaringan menuju Kota Dumai. Hasilnya, sejumlah tersangka lain juga berhasil ditangkap. Mereka diantaranya AF dan NI.

Dari kediaman NI, petugas menyita barang bukti sabu 207,7 gram. Setelah diintrogasi, ternyata sabu didapat dari 3 tersangka lainnya yang juga berada di Kota Dumai.

Tim bergerak melakukan penangkapan. Tiga tersangka yang berhasil ditangkap itu HE, IW dan IF di sebuah wisma.

HE merupakan orang yang mendistribusikan barang kepada tersangka AF, dan AF menyerahkan ke tersangka yang ditangkap di Pekanbaru.

Total paket sabu sebanyak 4 kg yang disita aparat ini, dikirim dari Negeri Jiran, Malaysia. Sabu diangkut dengan speedboat lalu dilangsir dengan sepeda motor.

Para tersangka dijerat Pasal 113 jo 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancamannya adalah hukuman mati. (*)

Sumber:(Trb)

UPDATE CORONA