BNPB Catat Total Kerugian Akibat Gempa di Majene dan Mamuju, Sulbar Mencapai Rp 829,1 Miliar

oleh -151.489 views
Presiden Joko Widodo meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang mengalami kerusakan karena gempa di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021). - Biro Pers Sekretariat Presiden

IDUL FITRI

Mamuju I Realitas – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total kerusakan dan kerugian akibat gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, mencapai Rp 829,1 miliar. Data tersebut terakhir dihimpun pada 26 Januari 2021

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai mengungkapkan, data kerusakan dan kerugian ini masih bisa berubah. Sebab, Tim Jitupasna dari Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB masih terus mendatanya.

REALITAS TV

Data yang sudah ada akan diproses dan dilaporkan ke Gubernur Sulbar untuk segera ditindaklanjuti. Begitu pula dengan data susulan nantinya. Warga yang sudah terdata kerusakan rumahnya akan segera diberikan dana stimulan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA :   Jamaah Masjid As Sa'adah Gerebek Lokasi Judi Ketangkasan

“Sesuai catatan saya hampir 80 persen warga yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang, nah mereka akan segera meninggalkan tempat pengungsian. dana stimulan langsung kami berikan ke mereka 100 persen,” kata Rifai dalam keterangan persnya, Rabu (27/1/2021).

Dia mengungkapkan, pemberian dana stimulan itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Targetnya, pemulihan pascagempa di Sulbar akan selesai pada bulan Juni 2021.

“Langkah ini akan mempercepat pemulihan pascagempa. Pemulihan diharapkan dapat selesai pada Juni 2021 nanti, sesuai arahan Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Total kerusakan dan kerugian di Majene sendiri mencapai Rp449,8 miliar. Rinciannya, dari sektor permukiman Rp365,3 miliar, sosial Rp76,9 miliar, ekonomi Rp5,13 miliar, lintas sektor Rp2,1 miliar, dan infrastruktur Rp235 juta.

“Kerusakan di Majene meliputi rumah 4.122 unit, fasilitas ekonomi dan perkantoran 32 unit, fasilitas kesehatan 17 unit dan kantor militer 1 unit,” ungkapnya.

Sementara itu, total kerusakan dan kerugian di Mamuju mencapai Rp379,3 miliar. Rinciannya, kerusakan terbesar dari sektor permukiman Rp270,1 miliar, sektor ekonomi Rp50,4 miliar, lintas sektor Rp39,9 miliar, sosial Rp17,4 miliar, dan infrastruktur Rp1,3 miliar.

“Kerusakan di Mamuju, totalnya 3.741 unit rumah, fasilitas kesehatan 5 unit, jembatan 3 unit, Pelabuhan 1, mini market 1, perkantoran 1 dan hotel 1,” ujarnya.

BACA JUGA :   Ketua Forsil Kota Medan Ajak Muspika Rangkul Ormas Pemuda & Remaja

Sementara itu, hingga Selasa malam kemarin (26/1) masih dilakukan kegiatan pembersihan reruntuhan bangunan rumah warga akibat gempa. Pengerahan alat berat dibantu oleh Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat

“Pengerahan tersebut tidak hanya untuk membersihkan puing-puing bangunan tetapi juga disiagakan untuk mengantisipasi longsor di jalur Majene – Mamuju,” tutup Rifai.

Alat berat telah menyelesaikan pembersihan reruntuhan di 19 rumah warga, proses pengerjaan 3 rumah dan diagendakan 2 rumah untuk tahap selanjutnya. Namun sayangnya ada 2 unit rumah yang belum dapat dikerjakan karena akses jalan sempit. (*)

Sumber : Merdeka

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas