Aceh Maju Tanpa Riba

oleh -149.489 views
Julia Sari  Mahasiswi IAIN Langsa Prodi Perbankan Syariah Semester V

IDUL FITRI

Oleh : Julia Sari 

Mahasiswi IAIN Langsa Prodi Perbankan Syariah Semester V.

 

Aceh yang di kenal dengan kota serambi mekkah dimana dalam sejarah aceh merupakan daerah pertama masuknya agama islam di wilayah indonesia.

Di tetapkannya Qonun Nomor 11 Tahun 2018 tentang lembaga keungan syariah di harapkan dapat menghilangkan tradisi riba di aceh di mana masyarakat aceh yang bermayoritas muslim seharusnya menjalankan prinsip-prinsip syariah.

Dengan adanya Qonun ini maka dapat membantu aceh agar masyarakat di aceh lebih menjalankan prinsip-prinsip syariah dan tidak lagi menjalankan yang berhubungan dengan riba.

Setelah ditetapkan, saat ini semua lembaga keuangan mempersiapkan diri untuk menuju sistem Syariah, meninggalkan sistem konvensional.

Sesuai Qanun Lembaga Keuangan Syariah, batas waktu yang ditetapkan paling lama tiga tahun sejak Qanun Lembaga Keuangan Syariah terbentuk. “Artinya, sampai Januari 2022 semua lembaga keuangan di Aceh sudah berprinsip syariah.

Ditetapkan 31 Desember 2018, Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), menjadi landasan penting dalam membangun ekonomi Islam di Aceh.

Hal ini beriringan dengan keistimewaan Aceh dalam menjalankan pelaksanaan syariat Islam.

BACA JUGA :   Babinsa Koramil 03/Lubuk Serda Ambali sosialisasi PSBB Di Pasar Lubuk Basung

saya sangat setuju di tetapkannya Qonun ini, karena dengan adanya lembaga keungan syariah di aceh di harapkan dapat menghilangkan tradisi riba di aceh, di harapkan dengan tidak adanya riba, Aceh bisa menjadi daerah yang sejahtera dan maju dalam segi ekonomi.

Lembaga keuangan bank syariah tidak menerepkan prinsip bunga  akan tetapi menerapkan prinsip bagi hasil.

Hal ini dapat menghilangkan tradisi riba di aceh,riba dapat di artikan  melebihkan jumlah uang pinjaman  berdasarkan presentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok.

Praktik riba sangat merugikan salah satu pihak. Inilah salah satu alasan kenapa islam melarang adanya praktik riba seperti dalam firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 278-280 yang artinya“ hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan lah sisa riba (yang belum di pungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

maka kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu.

Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu ; kamu tidak menganiaya dan tidak pula di aniaya.

BACA JUGA :   BAPERA Pidie Jaya Siap Menjadi Mitra Polri Dalam Penanganan Konflik Sosial

Dan jika (orang yang berhutang itu dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

Belakang ini terdapat perdebatan tentang di tundanya Qonun Nomor 11 Tahun 2018 karena adanya keluhan dari para pengusaha di aceh yang tergabung dalam  kamar dagang dan industri aceh mengeluhkan bahwa dalam pelaksanakan transaksi ekspor komoditi aceh ke negara pembeli khususnya untuk negara-negara tujuan yang tidak memiliki bank syariah.

Maka transaksi masih di lakukan sesama bank konvensional dan jika menggunakan dua mekanisme akan meningkatkan ongkos transaksi dan membuat komodititi aceh menjadi lebih mahal di bandingkan provinsi lain yang tidak menerapkan  sistem bank syariah dan membutuhkan waktu yang lebih panjang dalam proses transaksinya dan bisa menyebabkan kehilangan kepercayaan terhadap pihak luar negri terhadap eksportir aceh.

Saya tidak setuju jika Qonun ini di tunda, karena seharusnya Qonun ini tidak di tunda lagi, seperti yang kita ketahui dengan adanya prinsip riba di aceh ini sangat meresahkan, selain prinsip riba ini haram, riba juga mengakibatkan kedzoliman bagi masyarakat yang sedang membutuhkan dana pinjaman. Rasulullah SAW bersabdah “ jauhilah oleh kalian tujuh hal yang membinasakan.”

BACA JUGA :   Babinsa Manahan melaksanakan Kegiatan PPKM di Pasar Burung Depok

Para sahabat bertanya,” Apa saja Rasulullah? “. “ syirik kepada Allah ,sihir, membunuh nyawa yang di haramkan oleh Allah kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari peperangan dan menuduh zina.” (HR. Muttafaq Alaihi).

Di sebutkan bahwa tidak ada dosa yang lebih sadis di peringatkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, kecuali dosa memakan harta riba.

Bahkan Allah SWT mengumumkan kepada pelakunya hal ini tentu menunjukan bahwa dosa riba sangatlah besar dan berat.

Seharusnya pemerintah aceh tidak lagi menunda Qonun lembaga keuangan syariah ini, banyak masyarakat di aceh yang mendukung lembaga keuangan syariah, di harapkan dengan adanya lembaga keuangan syariah di aceh ini dapat menghilangkan praktik riba, dan dapat meningkatkan ekonomi di aceh.

Dan dapat menjadikan provinsi aceh maju dan sejahtera tanpa adanya riba. (*)

UPDATE CORONA