Perusahaan Indonesia PT Sinar Antjol Resmi Membuka Pabrik Pengolahan Sabun di Tanzania Mainland

oleh -138.489 views

IDUL FITRI

Mkuranga Tanzania I Realitas – Perusahaan Indonesia, PT Sinar Antjol resmi akan memulai investasi pabrik pengolahan sabun dan body lotion di Tanzania. PT Sinar Antjol tandatangani akta jual beli sebidang tanah di Mkuranga, Pwani Region, Tanzania (30/11/2020).

Perusahaan ini telah memasarkan produk-produknya di Tanzania selama 15 tahun terakhir, dan memutuskan untuk berinvestasi secara langsung setelah melihat pangsa pasar yang menjanjikan.

Pabrik PT Sinar Antjol direncanakan mulai dibangun pada awal tahun 2021 dan mulai beroperasi pada bulan September 2021.

BACA JUGA :   Menjadi Calon Orang Nomor Satu di Korps Bhayangkara, Listyo Sigit Banjir Dukungan Tokoh Agama

Pabrik tersebut akan menjadi pabrik kedua perusahaan Indonesia di Tanzania setelah sebelumnya telah diresmikannya pabrik PT Indesso di Pemba, Zanzibar, untuk pengolahan minyak daun cengkeh.

 Selain itu, dalam waktu dekat juga akan segera dibangun pabrik pengolahan rumput laut di Zanzibar melalui kerja sama antara Zanzibar State Trading Corporation (ZSTC) dengan PT Ocean Fresh dan PT Kappa Carragenan Nusantara.

BACA JUGA :   Dua Buruh Diamankan Satres Narkoba Polres Cilegon

Sejumlah BUMN RI juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan BUMN Tanzania guna mengeksplorasi kerja sama investasi di bidang pembangunan infrastruktur dan pertambangan.

Tanzania merupakan destinasi investasi yang sangat strategis. Selain memiliki situasi politik dan keamanan yang stabil, Tanzania juga merupakan salah satu pintu masuk utama masuknya barang-barang ke Afrika Timur.

BACA JUGA :   Kepala BNN RI Lantik Pejabat Baru, Ini Pesan Nya

Tanzania berbatasan langsung dengan 8 negara, 6 di antaranya adalah negara landlocked. Total populasi Tanzania serta seluruh negara yang berbatasan langsung 332.652.400 jiwa (2019), lebih besar dari populasi Indonesia.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Tanzania juga cukup tinggi, di kisaran 7% di 5 tahun terakhir, dengan GDP sebesar 15% dari total GDP seluruh Afrika Timur. (*)

(Sumber: KBRI Dar Es Salam)