E-Library Sebagai Media Perpustakaan Kota Padangsidempuan

oleh -472.759 views

Realitas – Perpustakaan merupakan organisasi publik yang berperan dalam membina dan meningkatkan minat baca masyarakat, sumberdaya informasi pengetahuan yang luas, serta mendukung untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Sebagaimana dilansir dalam jurnal yang berjudul “Strategi Pengembangan Perpustakaan Digital dalam Membangun Aksesibilitas Informasi” (Hartono, 2017) dijelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 perpustakaan merupakan institusi pengelola karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka.

Secara umum, perpustakaan berfungsi sebagai sumber kebudayaan manusia dari seluruh dunia, pencampuran kebudayan antar bangsa guna mempertinggi kebudayaan nasional, sumber pendidikan dalam mempengaruhi perkembangan pengetahuan pribadi seseorang, sumber penerangan informasi, sumber dokumentasi baik verbal maupun non verbal guna melayani kepentingan penyelidikan, sumber rekreasi dengan segala jenis buku, serta sumber inspirasi.

Perpustakaan ada pada setiap daerah di Indonesia, salah satunya pada kota Padangsidimpuan. Perpustakaan Sutan Tagor Mulia merupakan perpustakaan umum kota Padangsidimpuan yang berlokasi di Jalan Sutan Soripada Mulia, Sadabuan.

Lokasinya sangat strategis dan mudah ditemukan. Nama perpustakaan ini merupakan nama salah satu tokoh pendidikan Tabagsel yaitu bapak Imbalo Harahap dengan gelar Sutan Tagor Mulia yang kemudian dinobatkan sebagai nama perpustakaan umum kota Padangsidimpuan.

Konsep E-Library (perpustakaan digital)

Berdasarkan pengamatan penulis, layanan dan fasilitas yang diberikan oleh perpustakaan Sutan Tagor Mulia sebagai perpustakaan umum kota Padangsidimpuan sebagai berikut:

Menulis daftar tamu pada buku agenda menggunakan pena, menyimpan tas pada loker terbuka, mencari buku secara langsung dengan mengecek pada setiap rak, menulis formulir pendaftaran pada selebaran kertas, menulis buku yang dipinjam dan dikembalikan, serta fasilitas dan layanan lain yang masih menggunakan sistem manual.

Penulis ingin memberikan solusi yaitu E-Library sebagai media perpustakaan kota Padangsidimpuan. 

E-library merupakan perpustakaan modern yang telah menggunakan sistem otomasi dalam operasionalnya, pemanfaatan dan penyimpanan data informasi, memiliki koleksi bahan pustaka serta pengetahuan dalam format digital yang telah dievaluasi, diatur, diarsip dan disimpan melalui komputer stand alone, intranet, atau internet (Setyo, 2010).

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Bab V pasal 14 ayat 3 tentang perpustakaan dijelaskan bahwa setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Kemajuan perpustakaan dengan pengembangan berbasis teknologi informasi dan komunikasi merupakan tuntutan masyarakat sekaligus kebutuhan zaman.

Pada dasarnya E-Library (perpustakaan digital) sama saja dengan perpustakaan biasa. Hanya saja perpustakaan konvensional menggunakan koleksi berbasis cetak sedangkan perpustakaan digital menggunakan prosedur kerja berbasis komputer dan sumber daya digital. 

E-Library (perpustakaan digital) merupakan salah satu inovasi baru dalam dunia perpustakaan yang memiliki banyak keunggulan yang dapat diterapkan.

Design E-Library (Perpustakaan Digital)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang (designE-Library (Setyo, 2010) yaitu: infrastruktur information communications technology (ICT) yang mendukung, sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam mengelola pengetahuan, skill, sikap serta mental, kebijakan dan strategi pengembangan regional dan lokal, keunggulan isi lokal (local content), apresiasi terhadap pengelola pengetahuan dan jaringan data, pemahaman atas pentingnya dukungan ICT dan manajemen, mengubah paradigma lama ke paradigma baru yaitu knowledge sharing, perubahan fungsi perpustakaan manual ke perpustakaan digital yang berjejaring dalam kerangka berbagi dan bertukar informasi, dan perubahan sistem layanan perpustakaan.

Perangkat-perangkat yang diperlukan untuk mendukung dan membangun e-library (perpustakaan digital) adalah komputer sebagai tempat menyimpan data koleksi buku anggota perpustakaan, OPAC (Online Public Access Catalogue) agar pelanggan perpustakaan bisa mencari informasi koleksi buku yang dibutuhkan tanpa harus mencari langsung, internet untuk pembuatan homepage perpustakaan yang digunakan untuk menyebarluaskan katalog dan informasi, serta software khusus guna mendukung pelayanan perpustakaan.

Athenaeumlight merupakan salah satu software yang dapat digunakan dalam pengelolaan perpustakaan. Penggunaan software ini akan membantu pustakawan dari proses katalog, input

daftar anggota, OPAC, peminjaman, pengembalian, informasi serta klasifikasi koleksi buku. Pengelola perpustakaan tidak harus membuat barcode, karena secara otomatis barcode akan muncul saat pengklasifikasian buku.

Selain itu, software-software yang umum digunakan dalam pengelolaan perpustakaan adalah Freelib, Senayan Open Source Library Management System dan Weblis.

Peningkatan kapasitas dataware (melalui digitalisasi dokumen dan pengembangan basis data) perlu dilakukan guna menerapkan e-library (perpustakaan digital) dimana metadata (kelengkapan basis data) yang sudah ada dilengkapi dengan file digitalnya dan dapat diakses dengan baik oleh pengguna/pemustaka melalui katalog stand alone, katalog intranet ataupun melalui katalog internet menjadi online system.

Kelebihan E-Library (perpustakaan digital)

Kelebihan E-Library (perpustakaan digital) dibanding dengan perpustakaan konvensional sebagai berikut: menghemat ruangan, akses ganda (multiple access), tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, koleksi dapat berbentuk multimedia dan biaya lebih murah.

Dilansir dari jurnal yang berjudul “Strategi Pengembangan Perpustakaan Digital dalam Membangun Aksesibilitas Informasi” (Hartono, 2017) dijelaskan bahwa kelebihan E-Library (perpustakaan digital) yaitu: perpustakaan digital membawa perpustakaan ke pengguna, komputer digunakan untuk mengakses dan menjelajah (browsing), informasinya dapat digunakan secara bersama (sharing), informasinya mudah untuk diperbaharui (diupdate), informasinya selalu tersedia sepanjang hari, sepanjang masa, sepanjang hayat serta memungkinkan bentuk informasi baru.

Kelemahan E-Library (Perpustakaan Digital)

Proses digitalisasi berupa isi softcopy dari penyusun tidak lengkap atau tidak sesuai dengan format yang diharapkan, maka perlu dilakukan koreksi dan pengaturan ulang.

Proses digitalisasi melalui proses scanning akan menemui kendala pada koleksi tua seperti hurufnya sudah tidak jelas, maka perlu diketik ulang.

Masalah hak cipta yaitu aspek hukum dari kewenangan perpustakaan guna menampilkan isi dokumen secara utuh masih menjadi perdebatan dikalangan pengguna, penyusun, penerbit, dan juga instansi terkait.

Masalah hak cipta ini juga akan berimbas pada proses digitalisasi buku dan proses peminjamannya, maka perpustakaan harus banyak menambah waktu dan sumberdaya untuk memilah-milah file digital dalam menentukan isi mana yang boleh dan tidak boleh untuk ditampilkan.

Impementasi E-Library (Perpustakaan Digital)

Pengimplementasian e-library (perpustakaan digital) erat hubungannya dengan aksesibilitas informasi, dimana konsep aksesibilitas merupakan derajat kemudahan yang dapat dicapai oleh orang terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan.

Memberikan kemudahan pemustaka untuk mendapatkan informasi digital secara penuh, utuh, mudah, cepat serta dapat dipertanggungjawabkan merupakan salah satu usaha melalui aksesibilitas koleksi digital.

Implementasi e-library (perpustakaan digital) akan memunculkan karakteristik seperti yang disebutkan Siregar (2008) dalam Jurnal Strategi Pengembangan Perpustakaan Digital dalam Membangun Aksesibilitas Informasi (Hartono, 2017) yaitu:

Akses terhadap perpustakaan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu serta dapat diakses dimana pun dan kapan pun, koleksi dalam bentuk elektronik akan terus meningkat dan koleksi dalam bentuk cetak akan menurun, koleksi dapat berbentuk teks, gambar dan suara, penggunaan informasi elektronik akan terus meningkat dan penggunaan bahan tercetak akan menurun, pengeluaran anggaran informasi akan beralih dari kepemilikan kepada pelanggan dan lisensi, pendanaan untuk peralatan dan infrastruktur akan meningkat, penggunaan bangunan akan beralih dari ruang koleksi ke ruang studi, pekerjaan, pelatihan dan rekruitmen akan berubah.

Maka, pengimplementasian e-library pada perpustakaan Sutan Tagor Mulia diharapkan mampu menarik minat baca masyarakat karena memiliki daya tarik tersendiri seperti pengguna perpustakaan yang tidak lagi menulis daftar tamu pada buku agenda, tetapi sudah menggunakan sistem layanan komputer atau kartu anggota yang dapat terdeteksi secara otomatis, penggunaan loker digital agar lebih meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna perpustakaan dalam menyimpan tas, penggunaan komputer sebagai media dalam mencari rak buku, kemudian pengguna juga dapat mengakses layanan e-library atau koleksi-koleksi perpustakaan Sutan Tagor Mulia melalui aplikasi yang dapat didownload pada gawai dan dapat diakses oleh pengguna tanpa adanya batasan ruang, waktu dan jarak.

Harapan penulis bagi pemerintah kota Padangsidimpuan khususnya Dinas Perpustakaan agar mengikuti perkembangan teknologi dalam meningkatkan kualitas pelayanan & fasilitas perpustakaan melalui e-library.

Penulis : 

Hema Pebria Rolingka Sekretaris Divisi Lingkungan Hidup Generasi Baru Indonesia Penerima Beasiswa Bank Indonesia Kader Pema Pasid