Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan Sadis di Sunggal, Korban Ditusuk 42 Kali Pakai Obeng

oleh -186.489 views

IDUL FITRI

MEDAN I Realitas – Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan Sadis di Sunggal, Korban Ditusuk 42 Kali Pakai Obeng.

Fakta baru ditemukan pihak penyidik terkait kematian seorang pemuda REF (18) warga Binjai yang ditemukan bersimbah darah di Jalan Wakaf Dusun IV Desa Serba Jadi, Sunggal.

REALITAS TV

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi menyebutkan bahwa dari hasil visum korban dibunuh dengan ditusuk sebanyak 42 kali.

Dari hasil pemeriksaan para saksi Indraman Sembiring mengatakan, sekitar pukul 19.00 WIB dirinya juga melihat satu unit becak mesin memasuki jalan Wakaf.

“Dari lokasi kita temukan korban dengan puluhan luka tusukan. Selain itu kita juga temukan sebilah Pisau, obeng dan 4 buah sandal,” tuturnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2020).

BACA JUGA :   Kapolda Metro Jaya Tegaskan Akan Berantas Preman Pelaku Pungli di Tanjung Priok

Sementara, keterangan saksi lainnya, A Ginting menjelaskan pada saat kejadian sekitar pukul 17.00 WIB dirinya mendengar suara sepeda motor memasuki lokasi penemuan yang merupakan ladang jambu milik BE Sinaga.

BACA JUGA :   Bupati Kotim Saatnya Perkuat Kebijakan Industri Sawit dari Hulu ke Hilir

“Jarak TKP dari rumah saksi sekitar 60 meter,” terang Yasir.

Polisi telah kantongi identitas para pelaku pembunuhan keji tersebut. Korban ditemukan tewas oleh warga pada Senin (02/11/2020).

Yasir menegaskan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut.

Kini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Sudah kita kantongi. Saat ini masih kita buru. Kita imbau untuk pelaku agar menyerahkan diri. Jika tidak akan kita beri tindakan tegas,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Dandim 1015/Sampit Dampingi Kunjungan Kerja Gubernur Kalteng, Danrem 102/Pjg Dan Kapolda Kalteng

Yasir menyebutkan korban ditemukan tewas dengan luka tusukan sebanyak 42 liang.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko membenarkan bahwa korban pemuda tersebut tewas karena dibunuh.

Riko menjelaskan petugas masih melakukan penyelidikan apakah kasus ini berkaitan dengan perampokan atau perkelahian.

“Kita masih melakukan pendalaman kita juga masih memburu pelaku pembunuhnya,” pungkasnya. (Trb)

UPDATE CORONA