Pemerintah Menyediakan Vaksin Covid-19 Gratis Dan Berbayar, Jokowi Ingatkan Hal Ini

oleh -78.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Bogor I Realitas – Pemerintah menyediakan vaksin Covid-19 gratis dan berbayar. Untuk penyuntikan vaksin Covid-19 ini ditargetkan pada Desember 2020.

Namun, sebelum vaksin Covid-19 ini disuntikan, masih ada tahapan yang harus dilalui. Salah satunya adalah tahapan dikeluarkannya emergency use authorization atau EUA dari Badan POM.

Badan POM menyatakan, vaksin Covid-19 Sinovac asal China mempunyai mutu kualitas yang baik. Saat ini vaksin Covid-19 Sinovac masih melakukan uji klinis tahap III.

IDUL FITRI

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Sabtu (21/11/2020).

1. Vaksin Covid-19 Tersedia Desember

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih berharap bahwa vaksin covid-19 sudah tiba di tanah air pada akhir bulan November ini. Pihaknya masih berusaha agar vaksin itu tetap datang sesuai waktu yang direncanakan.

“Tapi kalau tidak bisa berarti masuk ke bulan Desember. Baik dalam bentuk vaksin jadi maupun dalam bentuk nantinya bahan baku yang nantinya diolah di Bio Farma,” katanya saat memberikan keterangan pers di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Rabu (18/2020)

2. Tahapan Vaksinasi

Jokowi juga menjelaskan bahwa setelah vaksin tiba di Indonesia tidak serta merta langsung disuntikan kepada masyarakat.

Dia mengatakan masih ada tahapan yang harus dilalui. Salah satunya adalah tahapan dikeluarkannya emergency use authorization atau EUA dari Badan POM.

BACA JUGA :   Anggota Koramil 03/Ngadirojo Dampingi Petugas Kesehatan Laksanakan Rapid Test Bagi Anggota PPK, PPS Dan KPPS

“Sehingga tahapan itu memerlukan waktu. Mungkin antara kurang lebih tiga mingguan. Setelah mendapatkan izin dari BPOM baru kita lakukan vaksinasi,” ungkapnya.

“Kaidah-kaidah scientific, kaidah-kaidah ilmiah ini juga saya sudah sampaikan wajib diikuti. Kita ingin keselamatan, keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi,” ujarnya.

3. Distribusi Vaksin Covid-19

Jokowi mengatakan bahwa jika melihat simulasi di Puskesmas tanah Sereal maka vaksinasi akan dimulai di akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021. Pasalnya membutuhkan persiapan dan proses yang tidak sebentar.

“Kita juga harus menyiapkan distribusi ke seluruh tanah air. Ini yang tidak mudah. Mendistribusikan vaksin tidak mudah.

Ini bukan barang seperti barang-barang yang lain. Memerlukan cold chain, kedinginan dengan derajat tertentu. Setiap vaksin dari produk berbeda memerlukan juga model distribusi yang berbeda.

Inilah yang terus kita siapkan agar nanti daerah-daerah juga segera mendapatkan vaksin dan vaksinnya juga tidak rusak,” pungkasnya.

4. Vaksin Covid-19 Gratis dan Berbayar

Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksinasi Covid-19 terbagi dalam dua segmen, yakni program dan mandiri. Vaksinasi program gratis dari pemerintah, sedangkan mandiri dibayar sendiri oleh masyarakat.

Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah terus memasifkan pemberitahuan vaksinasi Covid-19. Penyampaian informasi tersebut akan dilakukan sebanyak-banyaknya.

BACA JUGA :   Pelda Bambang : Pentingnya Kepedulian Bersama Dalam Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

“Baik nanti yang ikut vaksin program maupun vaksinasi mandiri. Jadi ada yang tidak membayar gratis, vaksinasi program. Ada yang membayar yaitu vaksinasi mandiri.

Ini dua hal yang berjalan beriringan,” ujar Jokowi saat meninjau simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020)

5. Kelompak Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Jokowi menuturkan, kelompok yang divaksin terlebih dahulu antara lain tenaga kesehatan, baik itu dokter maupun perawat atau paramedis, kemudian TNI-Polri, lalu aparatur sipil negara (ASN) yang memberikan pelayanan publik serta para guru.

“Kalau ada yang bertanya Presiden nanti di depan atau dibelakang? Kalau oleh tim diminta saya yang paling depan ya saya siap,” tegasnya.

6. Vaksin dalam Daftar WHO

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia akan membeli vaksin virus corona yang direkomendasikan WHO. Kepala Negara pun tidak mempermasalahkan merk vaksin itu apa.

“Asal sudah ada di dalam listnya WHO. Itu yang akan kita beli,” katanya.

Dirinya pun tidak menjawab apakah akan membeli dua vaksin yang diklaim memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, yakni aksin Pfizer dan vaksin Moderna.

“Saya sampaikan bahwa kita akan membeli vaksin itu dari perusahaan merk yang ada di dalam daftar listnya WHO. Saya ga berbicara merknya apa,” ujarnya.

BACA JUGA :   YARA Laporkan Oknum ASN di Aceh Jaya ke KASN

7. Kualitas Vaksin Covid-19 Sinovac

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan kualitas vaksin Covid-19 buatan Sinovac Ltd asal China bermutu baik.

Hal itu dipastikan ketika tim dari BPOM meninjau langsung pabrikan pembuatan vaksin di Negeri Tirai Bambu tersebut selama sebulan.

“Berdasarkan inspeksi yang terakhir, satu bulan di sana, alhamdulillah mendapat data yang cukup dan mendapatkan data yang baik.

Jadi mutu kita jamin bahwa baik,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers secara daring, Kamis (19/11/2020).

8. Penyuntikan Vaksin Covid-19

Vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac asal China di Indonesia direncanakan baru bisa berjalan pada minggu ketiga dan keempat Januari 2021.

Program itu baru bisa berjalan ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendapatkan izin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait emergency use of authorization (EUA).

“Jadi harapannya adalah minggu ketiga dan empat kita dapatkan EUA, apabila itu pun juga data-data yang didapatkan adalah lengkap,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers secara daring, Kamis (19/11/2020).

Dia menjelaskan, vaksinasi itu mundur lantaran adanya ketidaklengkapan persyaratan untuk mendapatkan izin dari WHO ihwal EUA. (Deddy Karim)