Menko Polhukam Apresiasi TNI Gerak Cepat dan Tegas Dalam Kasus Intan Jaya

oleh -102.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Menko Polhukam Apresiasi TNI Gerak Cepat dan Tegas Dalam Kasus Intan Jaya.

Menko Polhukam Mahfud MD mengapresiasi ketegasan TNI Angkatan Darat yang sudah menetapkan delapan oknum tersangka dari kalangan TNI dalam kasus Intan Jaya terkait pembakaran rumah dinas kesehatan.

“Terkait kasus tindak kekerasan di Intan Jaya Papua kemarin Alhamdulilah saya bertemu Panglima dan KSAD, yang mengkonfirmasi.

Bahwa sudah dilakukan tindakan,” tutur Menko pagi ini (13/11/2020) di rumah dinas Widya Chandra, Jakarta sebelum bertolak ke Bandara.

BACA JUGA :   Karena Malu, Pasangan Kekasih Nekat Gugurkan Janin Hasil Hubungan Terlarang

Lebih lanjut ia menjelaskan tindakan yang dimaksud bahwa, “TNI Angkatan Darat telah menetapkan delapan orang tersangka dari kalangan TNI terkait pembakaran rumah dinas kesehatan dalam kasus Intan Jaya, dan saat ini siap diajukan ke pengadilan.”

Menko mengatakan bahwa, oleh sebab itu pemerintah mengapresiasi TNI, terutama dalam hal ini TNI Angkatan Darat yang telah mengambil langkah cepat dengan memperhatikan hasil kerja TGPF yang dibentuk oleh pemerintah.

BACA JUGA :   Hasil Rapid, Tidak Ada Warga Positif Covid, di Kerumunan Jokowi di NTT

Dan juga memperhatikan hasil laporan Komnas HAM, segi-segi yang sama temuannya langsung ditindaklanjuti.

Kemudian terhadap masyarakat diluar TNI, yaitu Organisasi Papua Merdeka, atau juga disebut Kelompok Separatis Bersenjata, Menko menegaskan bahwa berdasarkan temuan yang diperoleh oleh TGPF.

yang dibentuk oleh Kemenko Polhukam, dan juga berdasarkan temuan dari Komnas HAM, sesudah dikomparasi itu ternyata ada kecocokan fakta.

Sehingga pemerintah langsung mengambil tindakan untuk dibawa ke pengadilan. Langkah ini tentu harus dilakukan bertahap.

BACA JUGA :   Kurangnya Persediaan Air Pemadaman, Lahan di Aceh Barat Terbakar Capai 6 Hektare

“Pokoknya hukum harus ditegakkan. Apresiasi juga untuk teman-teman dari Komnas HAM yang telah melakukan penyelidikannya sendiri, dan menemukan hal yang sebagian besar sama,” tutur Menko.

Menko menegaskan bahwa mari semuanya menjaga Papua, “Apapun ujung dari perbedaan politik, nantinya di ujung harus tetap NKRI, dari Sabang sampai Merauke yang mencakup Papua, itu tidak boleh lepas dari NKRI.” (Dimas)

UPDATE CORONA