Anggota DPR-RI Dan Ketua DPRK Agara Hadiri Maulid

oleh -277.579 views
oleh

Kutacane I Realitas – Anggota DPR-RI Dan Ketua DPRK Agara Hadiri Maulid.

Anggota dewan perwakilan rakyat republik Indonesia (DPR-RI) H. M.Salim Fakhry yang merupakan ketua DPD-II partai Golkar Kabupaten Aceh Tenggara dan ketua DPRK Denny F Roza beserta pengurus partai Golkar lainya pada Selasa (03/11/2020) malam menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Hubussalam Desa Kute Seri Kecamatan Bambel, dalam perayaan Maulid Nabi menjadi momentum yang tepat untuk membuktikan kecintaan mereka kepada Rasulullah SAW dan mempererat hubungan silaturahmi.

Dalam kesempatan itu Ketua DPD- II Partai Golkar Aceh Tenggara H.M.Salim Fakhry memberikan Kata pembuka dalam memperingati maulid Nabi Muhammad Saw, momen ini merupakan ajang mempererat hubungan silaturahmi kita dan bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW singkatnya, setelah sambutan, dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada masyarakat yang rajin melaksanakan sholat jema’ah lima waktu di masjid tersebut.

BACA JUGA :   Tiga Ekor Sapi Kurban Untuk Wartawan Kota Langsa

Sementara itu sebagai penceramah dalam acara itu langsung disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Bukhari Husni, MA, dalam kesempatan itu anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyampaikan tentang Mazhab yang dipakai dalam agama Islam, diterangkannya, ada empat mazhab fikih besar yang paling banyak diikuti oleh muslim, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali.

BACA JUGA :   YARA Langsa Minta Semua Pihak Baik Wartawan, LSM, Jaksa Dan Masyarakat Awasi Dana Pengadaan Alat-Alat Untuk Anak SD Yang Mencapai Rp.1.175.000.000.00.

Di dalam keyakinan, empat mazhab tersebut valid untuk diikuti, tentunya perbedaan ada setiap mazhab tidak bersifat fundamental.

Pada dasarnya, Aceh merupakan menganut Mazhab Syafi’, seperti yang ada di daerah Agara ini, “makanya kita harus benyak belajar ilmu agama Islam, sehingga kita dapat membedakan dari Mazhab yang ada, artinya, jangan sampai salah mengartikan dari Mazhab yang sudah ada, apabila kita tidak memiliki ilmu, tentunya kita akan salah tafsir nanti singkat Bukhari Husni (Sumardi).