Ketua YLBHIM Aceh Meminta Kakanwil Kumham Aceh Perketat Penjagaan Lapas dan Rutan di Aceh

oleh -291.489 views
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh (YLBHIMA) Muhammad Nazar

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Banda Aceh I Realitas – Ketua YLBHIM Aceh Meminta Kakanwil Kumham Aceh Perketat Penjagaan Lapas dan Rutan di Aceh.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh (YLBHIMA) Muhammad Nazar, meminta pihak Kakanwil Kemenkumham Aceh agar memperketat penjagaan Rumaha Tahanan (Rutan) dan Lapas di Aceh, mengingat para pengguna Narkotika jenis sabu semakin merajalela di rumah tanahan di Aceh.

Pengguna sabu yang berhasil di tangkap di Rutan dan Lapas bukan baru kali ini terjadi, terakhir pegawai Lapas Gayo Lues, ditangkap pihak Satnarkoba Selasa (20/10/20), sebelumnya juga terjadi beberapa lapas ditangkap polisi, ujar Nazar kepada Wartawan Kamis (22/10/2020).

IDUL FITRI

Menurut catatan kami dalam beberapa tahun terakhir yang berhasil di gulung pihak polisi terkait narkotika jenis sabu banyak oknum napi dan petugas lapas di Aceh, ujar Nazar.

Beberapa lapas yang selama ini napi di tahan ternyata remot pemain nya ada di luar, dan dugaan kita ikut kerja sama dengan pegawai Lapas dan Rutan di Aceh, ujarnya lagi.

BACA JUGA :   Panglima TNI Wisuda 923 Prajurit Dan Bhayangkara Taruna

Kakanwil Kumham Aceh, juga Kadivpas harus mengawasi seketat mungkin terhadap napi dan pengawai Lapas, Rutan yang dugaan kita bukan hanya pengguna narkotika bisa jadi ikut serta dalam sindikat Narkotika di Aceh, jelas Nazar.

Lebih lanjut Nazar juga menyebutkan kalau sudah pegawai Lapas, Rutan terlibat napi apa lagi besar kemungkinan Pegawai adanya kerja sama dengan oknum napi, ujarnya.

Kita minta Kakanwil dan Kadivpas, untuk dapat memperketat pengawasan bukan hanya tingkat pengedaran Narkotika di Lapas, Rutan, dugaan kita ada napi yang keluar masuk di beberapa Lapas di Aceh, tutup Nazar.

Seperti diberitakan Media ini Kamis (22/10/20). Komandan Jaga Lapas Blangkejeren Order Sabu dari Napi, Akhirnya Digulung Satresnarkoba Polres Gayo Lues.

Komandan jaga Lapas Kelas II B Blangkejeren, Gayo Lues (Galus), Jamidun (42) ditangkap aparat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Galus di duga order sabu dari Napi.

BACA JUGA :   Luhut Binsar Pandjaitan Soal DIPA KKP Rp 6,6 T: Tidak Boleh Ada Yang Ragu Dalam Bekerja, Saya Tanggung Jawab

Penangkapan Jamidun di rumah sewanya di Kampung Jawa, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, akibat ia mengonsumsi sabu-sabu ini berlangsung Senin (19/10/2020) sero sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut hasil pengembangansementara sabu itu dibeli dari warga binaan atau napi dalam lapas.

Kapolres Gayo Lues melalui Wakapolres Kompol M Wali didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Syamsuir, menyebutkan pada konferensi pers di aula Mapolres di Blangsere, Rabu (21/10/2020).

Wakapolres menyebutkan penangkapan tersangka Jamidun berawal adanya informasi masyarakat yang mencurigai tersangka kegiatan nya pada sore itu.

Kemudian, saat ditangkap di rumahnya sore itu, bersama tersangka Jamidun, polisi mengamankan barang bukti satu buah alat hisap (bong), 1 buah kaca pirek putih bening masih terdapat sisa sabu yang digunakan oleh pegawai lapas lintas selatan itu.

Selanjutnya, polisi mengembangkan di mana tersangka memperoleh barang haram ini.

BACA JUGA :   Kasat Binmas Polrestabes Pimpin Apel Gelar Pasukan KBPP Polri Persiapan Pilkada Medan

Tersangka Jamidun mengaku memperoleh sabu itu dari seorang napi, Zainal Rahmadani (27), warga Blangkejeren yang sedang menjalani hukuman di Lapas tersebut.

Sedangkan tersangka Endut meminta bantuan seorang warga binaan lainnya, yakni Joni (46) untuk mengambil sabu-sabu yang dipesan melalui orang lain.

Joni napi yang sudah memasuki masa asimilasi atau hampir bebas murni, sehingga sudah longgar di lapas tersebut.

Modusnya sabu itu sudah dilemparkan di tempat sampah depan Lapas itu,” kata Wakapolres mengutip keterangan tersangka Jamidun.

Kasat Narkoba menambahkan, tersangka Jamidun membeli sabu itu dari napi Zainal Rahmadani alias Endut Rp 250.ribu.

Ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Gayo Lues bersama barang bukti untuk pengusutan lebih lanjut.

Ketiga tersangka dibidik melanggar Pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika .

Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” jelas Kasat Narkoba Polres Gayo Lues. (*)