Kasubag Keuangan Bappeda Kabupaten Bogor, Akan Diperiksa KPK Terkait Kasus Eks Bupati Kabupaten Bogor

oleh -92.489 views

IDUL FITRI

Bogor I Realitas – Kasubag Keuangan Bappeda Kabupaten Bogor, Akan Diperiksa KPK Terkait Kasus Eks Bupati Kabupaten Bogor.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kasubag Keuangan Bappeda Kabupaten Bogor, Sony Dirgantara.

Sony akan diperiksa dalam kasus korupsi pemotongan uang anggaran pada Satuan Kerja pemerintah Kabupaten Bogor dan gratifikasi yang menjerat eks Bupati Bogor Rachmat Yasin.

UPDATE CORONA

“Diperiksa untuk tersangka RY (Rachmat Yasin),” kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (12/10/2020).

Tak hanya Sony, penyidik juga memanggil, Kasubag keuangan BPBD Kabupaten Bogor; Syarif Hidayat, Sekertaris Dinas Pendapatan Daerah; Estantoni Kasno, PNS; Burhanudin, pihak swasta; H.M.N Lesmana dan H. Muhammad Suhendra.

BACA JUGA..  Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Pelaku Pembobolan Mesin ATM dan Minimarket di Banyuasin

KPK belum memberikam informasi terkait agenda pemeriksaan hari ini.

KPK telah menahan Rachmat pada Kamis (13/8/2020) setelah yang bersangkutan menyandang status tersangka sejak 25 Juni 2019. Ia mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur.

Diketahui, KPK kembali menjerat Rachmat Yasin sebagai tersangka atas dua kasus korupsi sekaligus, yakni kasus dugaan pemotongan uang dan penerima gratifikasi.

BACA JUGA..  Termasuk Pengelolaan Pandemi Covid-19, Inilah Empat Poin Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rachmat Yasin yang merupakan mantan terpidana penerima suap dari mantan bos Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala, terkait izin alih fungsi lahan hutan yang dikelola PT Bukit Jonggol Asri itu diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar sekitar Rp 8,93 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional Rachmat Yasin selaku Bupati Bogor saat itu.

Selain itu, uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

BACA JUGA..  Sekda Serahkan 10 Rancangan Qanun Kepada Dewan Aceh Timur

Sementara untuk kasus kedua, Rachmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dari seseorang untuk memuluskan perizinan pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri.

Tak hanya itu, KPK juga menduga Rachmat Yasin menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Vellfire. Mobil senilai sekira Rp825 juta itu diterima Rachmat Yasin dari seorang pengusaha rekanan Pemkab Bogor. (Deddy Karim)