Karudenim : Sudah Sesuai SOP Dan Tingkatkan Sistem Jam Patroli

oleh -99.489 views

IDUL FITRI

Belawan I Realitas – Kepala Rumah Detensi Imigrasi Medan angkat bicara pasca meninggalnya salah seorang Warga Negara Asing (WNA) dikamarnya sendiri pada Senin, 26 Oktober 2020 pukul 10.30 Wib di Jalan Selebes Gang Pekong, Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Qasem Musa (31) berjenis kelamin laki-laki adalah WNA yang berasal dari Negara Afghanistan dan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, sebelumnya WNA tersebut telah terdaftar sebagai salah seorang pemohon suaka pada United Nations High Commissioner For Refugees (UNHCR) dengan No. 186-15C00916.

BACA JUGA :   Polri Sebut Gakkumdu Temukan 3.800 Pelanggaran Pilkada, 112 Diantaranya Naik Penyidikan

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Medan, Vencentius Purwo Hendratmoko ketika dikonfirmasi awak Media mengatakan, pukul 07.00 Wib dilakukan pergantian sip jaga dan pada pukul 10.30 Wib saat personil melakukan patroli kesetiap kamar seperti biasanya, tiba tiba melihat sosok mayat gntung diri.

IDUL FITRI

“Mendapat laporan ada WNA meninggal, saya langsung menghubungi pihak Kepolisian agar dapat segera ditangani dan membuat laporannya ke Pimpinan institusi agar hal ini diketahui, kemudian oleh pihak Kepolisian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum dan autopsi”, Ucapnya pada Rabu, (28/10/2020) diruang kerjanya.

BACA JUGA :   Babinsa : Mari Bersama Ciptakan Lingkungan Sehat, Terhindar Dari Wabah Virus Covid-19

“Kemudian kita menghubungi pihak keluarga, kedutaan dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) atau Komisioner PBB untuk Pengungsi di Indonesia untuk penyerahan mayatnya agar dapat dilakukan pengkebumiannya”, Lanjutnya.

BACA JUGA :   Kapolda Jambi Dampingi Wakil Ketua Komisi III DPR RI Cek Kesiapan Satgas Karhutla dan Bencana Alam

“Kita bekerja sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan dan kita selalu melakukan komunikasi, pendekatan dengan cara menonton tv bareng, melaksanakan olah raga bersama dan melakukan siraman rohani berdasarkan kepercayaannya masing-masing agar mereka merasa nyaman serta tenang. Atas kejadian ini akan kita tingkatkan simtem jam patroli untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya”, Tutupnya. (Win).