Dituding Pencitraan soal UU Cipta Kerja, Fadli Zon Santai

oleh -73.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Dituding Pencitraan soal UU Cipta Kerja, Fadli Zon Santai.

Pasca menyatakan tak berdaya menahan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja dan meminta maaf, Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon menuai ‘serangan’ dari sesama legislator. Fadli Zon santai dengan ‘serangan’ itu serta menilai tak ada urgensi pengesahan UU Cipta Kerja.

BACA JUGA :   Tak Terima UU Desa, Mantan Kaur Serang Kades Ie Beudeh

“Ya santai saja, orang kita punya hak untuk berbicara. Saya memang tidak melihat bahwa ini punya urgensi gitu. Dengan apalagi dibuat secepat kilat seperti itu,” kata Fadli saat dihubungi, Rabu (7/10/2020).

UPDATE CORONA

Fadli kemudian menceritakan mengapa dia minta maaf kepada publik tak bisa membendung pengesahan UU Cipta Kerja. Elite Gerindra itu mengatakan dia banyak diprotes karena adanya pengesahan UU Cipta Kerja.

“Loh memang saya harus minta maaf, saya banyak diprotes kok,” ujar Fadli.

“Ya macem-macem (protesnya), banyak masyarakat yang protes baik di sosial media maupun melalui WhatsApp gitu. Baik kepada saya, maupun kepada partai, maupun kepada fraksi. Ya saya kira itu bagian dinamika politik ya,” tambahnya.

Mantan Wakil Ketua DPR 2014-2019 ini pun mengkritik cepatnya proses pengesahan RUU Cipta Kerja. Fadli menilai terlalu gegabah mempercepat pengesahan UU yang kontroversial itu.

“Kalau saya lihat sih memang itu UU sebesar dan sebanyak itu, dan kemudian direncanakan tadinya tanggal 8 (Oktober), kemudian tiba-tiba dimajukan tanggal 5 (Oktober), bagaimana cara kita mau memberikan masukan itu, saya saja baru tahu akan ada paripurna itu jam 2 siang. Terus nggak tahu apa-apa, tidak pegang naskahnya pun sebagai anggota DPR. Saya kira terlalu gegabah gituloh, harusnya tetap dengan jadwal awal, tetap menerima masuk-masukan, aspirasi dari masyarakat gitu,” imbuhnya.

Sebelumnya, PPP balik menyindir Fadli Zon yang mengaku powerless atau tidak berdaya mencegah pengesahan UU Cipta Kerja. Pernyataan Fadli itu dinilai sebagai bentuk pencitraan.(Dtc/Red)