Demi Followers TikTok, Kenneth Unggah Hoaks Masjid Setel Musik DJ

oleh -61.489 views

IDUL FITRI

Bandung I Realitas – Demi Followers TikTok, Kenneth Unggah Hoaks Masjid Setel Musik DJ.

Pemuda asal Bandung Kenneth William (19) harus berurusan dengan polisi gegara menyebut masjid Persatuan Islam (Persis) tak berakhlak. Hal itu dilakukan guna meraup followers di media sosial (medsos).

BACA JUGA :   WNA Mati Gantung Diri, Pihak Rudenim Tidak Dapat Dikonfirmasi

Aksi itu dilakukan Kenneth dalam aplikasi medsos TikTok. Dalam video berdurasi 15 detik itu, ia tampak berada di sebrang masjid yang beralamat di Jalan Pajagalan tersebut.

BACA JUGA :   Operasi Gakplin Protkes Kecamatan Jatisrono Diperkuat Dari Kodam IV/Diponegoro Dan Polda Jateng

UPDATE CORONA

“Guys gua lagi jalan-jalan, terus gua denger suara ini. Ternyata suaranya dari sana,” ucap pria tersebut sambil menunjuk masjid.

“Yang nyetel lagu ini bener-bener nggak ada akhlak, kacau… kacau aduh,” katanya melanjutkan.

Dalam video itu memang terdengar suara musik. Adapun musik yang terdengar seperti musik beat atau musik DJ.

Unggahan Kenneth diketahui oleh Persis. Tim Advokat LBH PP Persis Zamzam Rasiqin mengatakan pengambilan video itu diduga dilakukan pada Minggu (4/10) kemarin. Menurut Zamzam, video yang diunggah menyebut masjid menyetel lagu DJ merupakan hoaks. Menurut Zamzam, musik yang terdengar dalam video merupakan backsound dari aplikasi TikTok.

“Ternyata pernyataannya tersebut yang ia unggah di akun media sosialnya sendiri adalah berita bohong, ia melakukan recording di depan Pesantren Persis 1-2 Pajagalan Bandung menggunakan aplikasi dengan backsound lagu DJ dan menuduh lagu itu berasal dari masjid,” kata Zamzam dalam keterangan resmi yang diterima.

Kenneth lantas diamankan oleh sekuriti dan warga pesantren saat diduga hendak membuat konten lainnya. Dia pun lantas dibawa ke polisi.

“Tertangkapnya pelaku berinisial KWS tersebut ketika sore hari menjelang magrib. Ia kembali mendatangi wilayah di sekitar Pesantren Persis 1-2 Pajagalan Bandung untuk membuat konten video yang ketiga, namun saat itu pelaku terpantau oleh security pada CCTV Pesantren, sehingga kemudian security pesantren mengambil tindakan untuk mengamankan pelaku,” katanya.

“Pada awal mula di tanya oleh security pelaku tidak mengakui sebagai orang yang membuat video pertama, namun setelah di desak karena baju yang ia kenakan sama dengan baju yang ada pada video pertama akhirnya ia mengakui perbuatannya,” ujar dia menambahkan.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Astana Anyar. Kasus inipun kemudian dilimpahkan ke Polrestabes Bandung.

“Motivasinya hanya untuk menambahkan follower di TikTok-nya,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (5/10/2020).

Menurut Ulung, dengan bertambahnya followers tersebut, hal ini menjadi keuntungan bagi pelaku. Meski begitu, polisi tetap memproses KWS untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Sehingga dia akan mendapatkan keuntungan dari bertambahnya follower untuk mengikuti kegiatan dari tersangka tersebut,” katanya.

Kenneth sendiri sudah mengakui perbuatannya. Dia berdalih hanya iseng untuk membuat video tersebut.

“Saya cuma khilaf, iseng. Maaf,” ujar dia di Mapolrestabes Bandung, Senin (5/10/2020).

Dia meminta maaf atas perbuatan yang dilakukannya. Permintaan maaf ditujukan bagi masyarakat, keluarga Persis hingga kedua ortunya.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat Islam, kepada Persis dan kepada semua orang yang tersinggung oleh konten saya tersebut di TikTok kemarin,” ujarnya.(Dtc/Red)