Berhasil Tekan Kematian Akibat Corona, Staf Khusus Menteri Kesehatan Puji Provinsi Riau

oleh -79.489 views

IDUL FITRI

Pekanbaru I Realitas – Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Peningkatan SDM kesehatan, dr. Mariya Mubarika mengapresiasi Provinsi Riau karena berhasil menekan angka kematian hanya 2,1 persen, angka ini diklaim jauh dibawah angka kematian di Nasional.

BACA JUGA :   Jelang Pilkada 2020, Polda Babel Terjunkan Personel di TPS

“Dokter-dokter kita cepat menyerap perkembangan terbaru dari tata laksana dan melayani masyarakat. Semoga kedepan kita bisa menyelamatkan semua masyarakat Riau dari Covid-19 ini,” katanya, Rabu (7/10/2020).

BACA JUGA :   Berjalan Normal Selama Libur Panjang, Terminal Tipe A BRPS Pekanbaru Juga Memiliki Program Berbagi

Pihaknya sengaja datang ke Riau dan menggelar pertemuan dengan rumah sakit ini karena ingin mengetahui kekuatan dari rumah sakit Provinsi Riau, apabila terjadi kekurangan pihaknya siap membantu.

BACA JUGA :   Satgas Yonif Raider 100/PS Pos Kout Melaksanakan Anjangsana dan berikan Pelayanan Kesehatan Door to door

UPDATE CORONA

“Upaya antisipasi harus kita lakukan mulai dari sekarang. Karena kita saat ini sedang menghadapi Pilkada serentak 2020 yang beresiko tinggi terhadap penularan Covid-19,” katanya.

Mariya menegaskan, agar seluruh rumah sakit di Riau yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 agar meningkatkan fasilitasnya, kemudian menambah kekuatan tenaga medisnya, mulai dari perawat hingga dokter.

“Termasuk ruang ICU di rumah sakit itu juga harus di tambah. Nanti akan ada pelatihan perawat untuk ruang ICU dan ruang isolasi mandiri,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan kedatangan Staff Khusus Menteri Kesehatan RI merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua untuk bisa berdiskusi terhadap penanganan Covid-19 .

“Tentu ini harus kita manfaatkan waktu semaksimal mungkin sehingga kita bisa menemukan solusi-solusi terkait yang terjadi di provinsi Riau serta dari masing-masing Rumah Sakit rujukan dan dinas kesehatan kabupaten/kota terkait permasalahan yang dihadapi dalam penanganan Covid-19,” ujarnya. *(mirza/mcr)