Bahlil Sebut UU Kerja Datangkan Banyak Investor, Koordinator PMI: Lebih Tepatnya Datangkan Masalah

oleh -65.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Bahlil Sebut UU Kerja Datangkan Banyak Investor, Koordinator PMI: Lebih Tepatnya Datangkan Masalah.

Koordinator Penggerak Millenial Indonesia (PMI) M. Adhia Muzakki menyebut Rancangan Undang-undang (RUU) yang sudah menjadi Undang-undang (UU) lebih banyak mengundang masalah dibanding mengundang investor.

BACA JUGA :   Pemprov Riau Kerahkan Personel Satpol PP dan Dishub di 4 Posko Perbatasan

Adhia menilai, apa yang disampaikan Bahlil merupakan bentuk pembodohan terhadap rakyat demi kepentingan kelompoknya.

UPDATE CORONA

“Sudah jelas-jelas rakyat menolak. Kalau masih dilanjut, pemerintahan kita sudah gak beres,” ujarnya kepada Redaksi, Minggu (11/10/2020).

Adhia menambahkan, pembelaan pemerintah terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja menunjukkan sifat asli pemerintah yang pro terhadap investor dibanding dengan rakyat Indonesia yang dengan tegas menolak UU tersebut.

“Pemerintah beralasan kesejahteraan, nyatanya kesengsaraan,” imbuhnya.

Adhia menilai, apa yang disampaikan Bahlil atas nama pemerintah tersebut merupakan bentuk penghianatan tertinggi terhadap rakyat Indonesia.

“Bahlil lupa kalau dirinya pernah jadi rakyat biasa, apa semengerikan itu masuk menjadi bagian dari kekuasaan?” tandasnya.

Oleh karena itu, Adhia beserta pihaknya, mengajak seluruh kaum millenial untuk bersatu pada mengawal UU Omnibus Law Cipta Kerja hingga dibatalkan.

“Apapun caranya, harus batal,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut UU Cipta Kerja juga akan memudahkan proses investasi masuk ke Indonesia. Hal itu sekaligus menjawab keluhan dunia usaha yang selama ini sudah antre mau masuk tanah air.

“Terkait itu beberapa keluhan dunia usaha yang sering mengatakan izin susah karena terkesan ada ego sektoral, aturan tumpang tindih.

Tanah dan buruh yang mahal solusinya UU Cipta Kerja ini solusi jawab itu,” katanya dalam Video Conference, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Melalui UU Cipta Kerja, Bahlil optimistis target investasi nasional akan naik di tahun 2021. Dia menceritakan, target investasi tahun ini yang sebesar Rp 816 triliun sudah terealisasi sekitar 49%. (Wildan Hanafiah)