Tanam Pohon Ganja, 2 Pemuda di Magelang Diciduk Polisi

oleh -91.489 views

IDUL FITRI

MAGELANG I Realitas – Tanam Pohon Ganja, 2 Pemuda di Magelang Diciduk Polisi.

Satuan Narkoba Polres Magelang mengamankan dua pemuda atas dugaan kasus narkoba. Kedua pemuda itu diketahui menanaman narkoba jenis ganja.

Kedua tersangka yakni bernama Aji Feri Fanani (26) warga Gedongan Kulon Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan Magelang, dan Dedi Istiawan, (39) yang tinggal di Dusun Talun Kidul RT 02/10, Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Mereka diamankan oleh personel dari Polsek Dukun, Polres Magelang.

“Keberhasilan ungkap kasus ini setelah petugas menemukan tanaman ganja sebanyak 5 pohon yang diduga tanaman narkotika jenis ganja dalam polibek dengan tinggi: 155 sentimeter (cm), 130 cm, 150 cm, 160 cm, 80 cm, di sebuah kebun di Dusun Penggaron Bondowoso Metoyudan. Kemudian petugas melakukan penyelidiki dan diketahui pemiliknya adalah Aji Feri Fanani,” kata Kapolres Magelang AKBP Roland A Purba, Kamis (17/9/2020)

Dia mengungkapkan, saat penangkapan kedua tersangka sedang memakai ganja. Kemudian petugas melanjutkan penggeledahan di rumah Dedi Istiawan dan ditemukan beberapa tanaman ganja berbagai ukuran. Ganja itu ditanam di polibek dan ditaruh di atas dak teras rumahnya.

“Di rumah Dedi Istiawan ditemukan 38 pohon ganja ukuran kecil dalam pot dan polibek kurang lebih berukuran 10 cm-20 cm, 2 pohon ganja ukuran besar dalam polibek kurang lebih berukuran 90 cm-210 cm, biji ganja,” katanya.

Atas perbuatanya, keduanya kini ditahan di rutan Polres Magelang bersama barang buktinya guna proses penyidikan selanjutnya. Mereka terancam dijerat dengan pasal 111 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat 1 beratnya melebihi 1 kilogram atau melebihi 5 batang pohon.

“Pelaku terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di tambah 1/3,” ucapnya.(IN/Red)