Pemkab Nagan Raya Akan Segera Launching Program Bansos Beras Untuk KPM PKH

oleh -158.489 views

IDUL FITRI

Nagan Raya I Realitas – Pemkab Nagan Raya Akan Segera Launching Program Bansos Beras Untuk KPM PKH.

Kementrian Sosial (Kemensos) RI kini mengeluarkan dua program bantuan sosial tambanhan khusus yaitu Bantuan Sosial Beras (BSB) dan Bantuan Sosial Uang Tunai (BST) khusus untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Khusus kepada Kabupaten Nagan Raya, pemerintah melalui Dinas Sosial rencananya akan segera menyalurkan BSB PKH yang direncanakan akan dilaunching pada 21 September 2020 mendatang, sedangkan BST untuk Agustus-Oktober telah disalurkan melalui rekening masing-masing KPM BPNT oleh Kemensos RI, senilai Rp. 500.000,-.

Sebelumnya Bantuan Sosial Beras ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok (pangan) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.

Sedangkan Bansos Uang Tunai ditujukan untuk KPM Program Sembako dan diharapkan dapat meningkatkan daya beli serta menjadi daya ungkit perekonomian khususnya pada kwartal ketiga tahun 2020.

“Namun kali ini PKH akan mendapatkan Bantuan Sosial Beras (BSB) sedangkan BPNT akan mendapatkan Bantuan Sosial Uang Tunai (BST),”ujar Kabid Dayasos, Asmaul Husna, Senin, 14 September 2020.

Distribusi BSB nanti akan dilaksanakan selama 3 bulan terhitung Agustus-Oktober 2020,

“Agustus dan September akan disalurkan sekaligus pada bulan September, setiap KPM memperoleh bantuan 45 kg untuk Agustus-Oktober, dengan kualitas beras Medium,”ujar Asmaul Husna.

Untuk diketahui jumlah KPM di Nagan Raya yang menerima bantuan tersebut diantaranya, KPM BSB 7.245 dan KPM BPNT 7.933.

Penyaluran Bansos Beras dilakukan Perum Bulog dan selaku transporter (PT. Bhanda Ghara Reksa) yang akan mendistribusi sampai pada titik pengantaran tertentu/sampai diterima oleh KPM PKH.

Bansos beras merupakan salah satu program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pokok masyarakat terdampak wabah Covid-19. (Nuna Katijah)