Debit Air Meninggi, Banjir di Melawi Rendam Ribuan Rumah dan Aliran Listrik Terputus

oleh -76.489 views

IDUL FITRI

MELAWI I Realitas – Debit Air Meninggi, Banjir di Melawi Rendam Ribuan Rumah dan Aliran Listrik Terputus.

Debit air yang membanjiri Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat terus meninggi. Total rumah warga yang terendam banjir mencapai ribuan dan menyebabkan aliran listrik terputus sementara.

“Akibat banjir ini ribuan rumah warga terendam banjir hingga mencapai ketinggian dua meter,” kata Kapolres Melawai AKBP Tris Supriadi dihubungi, Selasa (15/9/2020) malam.

Dia menambahkan, ada 18 desa yang terendam banjir, diantaranya Desa Tanjung Lay, Tembawang Panjang, Desa Pal, Tanjung Niaga, Kenual, Baru dan Desa Sidomulyo di Kacamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

Menurutnya, akibat banjir tersebut, ribuan rumah warga terendam banjir dan menyebabkan aktivitas pasar sayur Nanga Pinoh berpindah lokasi ke tepi jalan Juang (sekitaran Tugu Juang).

Kemudian akses jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sintang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara di wilayah hukum Polsek Sayan ada tujuh desa yang terendam banjir, diantaranya Desa Lingkar Indah, Sayan Jaya, Nanga Sayan, Pekawai, Tumbak Raya, Landau Sadak, dan Desa Madya Raya.

Kemudian di wilayah hukum Polsek Ella Hilir sebanyak empat desa, yaitu Desa Nanga Nuak, Desa Lengkong Nyadom, Desa Nanga Ella Hilir dan Desa Pelempai Jaya.

“Akses jalan dari Nanga Pinoh menuju Kota Baru tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dikarenakan jembatan kenoka, Desa Lingkar Indah, Sayan Jaya, Siling Permai dan Pasar Sayan tergenang air ketinggian dua meter,” ujarnya.

Banjir di Kabupaten Melawi menyebabkan 300 warga mengungsi ke masjid, Senin (14/9/2020). (iNews.id/Faisal Abubakar)
Banjir di Kabupaten Melawi menyebabkan 300 warga mengungsi ke masjid, Senin (14/9/2020). (iNews.id/Faisal Abubakar)

Menurutnya belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat bencana banjir tersebut, sementara kerugian materil belum dapat diperkirakan.

Terkait dampak banjir tersebut maka demi keselamatan masyarakat dan lingkungan maka pihak PLN ULP Nanga Pinoh melakukan pemutusan aliran listrik dengan memadamkan beberapa gardu. Pemadaman akan dilakukan hingga kondisi gardu aman dioperasikan.

“Ada 13 gardu yang dipadamkan, yaitu gardu di Tanjung Niaga, Sisipan Tanjung, Kva Kelakik, Sisipan Kelakik, Kva Sidomulyo II ( Jepara ), Kva Kaswari, Kva AP 21, Kva Markasan, Kva Erti, Kva Kenanga 1, Kva Kenanga 2, Kva Nawawi 1 dan di Kva Nawawi 2. Dan perlu kami laporkan situasi saat ini masih aman terkendali,” katanya.(IN/Red)