Pengakuan Dosen di Yogyakarta Lakukan Pelecehan Seksual

oleh -218.759 views

YOGYAKARTA I Realitas – Pengakuan Dosen di Yogyakarta Lakukan Pelecehan Seksual.

Netizen dihebohkan dengan pengakuan salah satu dosen kampus Islam di Yogyakarta yang mengaku melecehkan sejumlah orang. Pengakuan itu disebarkan lewat akun media sosial Facebook.

Akun sosial Facebook @Bams Utara pada Senin (3/8/2020) lengkap dengan video dirinya. Dia mengaku sering dihantui fantasi seksnya tentang swinger. Selain berfantasi seksual bertukar pasangan, dia juga pernah melakukanĀ pelecehanĀ seksual baik secara verbal maupun fisik.

Dikutip dari Harianjogja.com, untuk melancarkan perbuatannya, dia mengaku telan mencatut nama institusi Nahdlatul Ulama (NU) dan UGM. Berikut pengakuannya yang diposting ke Facebook:

Terimakasih temen-teman yang sudah mau mendengarkan video ini. Saya membuat rekaman ini dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari siapapun.

BACA JUGA :  Ketua LSM KANA Muzakkir : APH Segera Usut Tuntas Dugaan Hilangnya Aset Negara Milik Dinas Pendidikan Aceh Timur

Saya Bambang Arianto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya disetiap waktu.

Selain berfantasi secara virtual tentang swinger, saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik. Secara khusus saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma. Saya juga minta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target.

BACA JUGA :  Ketua LSM KANA Muzakkir : APH Segera Usut Tuntas Dugaan Hilangnya Aset Negara Milik Dinas Pendidikan Aceh Timur

Secara umum saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan berjanji tidak lagi melakukan kebohongan ini. Apa yg saya lakukan selama ini tidak diketahui oleh Istri saya. Setelah ini saya akan menceritakan kepada istri saya dan meminta dia mendampingi saya dalam melakukan terapi secara intensif ke Psykolog maupun Psykiater agar bisa terbebas dari penyimpangan ini. Kemudian terakhir saya berjanji untuk tidak melakukan hal ini lagi dan bila terbukti melakukan lagi saya siap menerima semuala konsekuensi hukum.

Hingga berita ini ditulis, postingan itu sudah dibagikan puluhan kali. Hingga berita ini diturunkan, Bambang Ariyanto belum bisa dihubungi.(IN/Red)