Kasus Pemerasan, Mantan ASN Segera Disidang di Pengadilan Tipikor

oleh -421.759 views

JAKARTA I Realitas – Kasus Pemerasan, Mantan ASN Segera Disidang di Pengadilan Tipikor.

Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat segera menggelar sidang perkara pemerasan yang melibatkan mantan Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mantan ASN tersebut diduga memeras warga atas penerbitan surat ahli waris.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reopan Saragih mengatakan, penyidik telah melaksanakan tahap kedua pemberkasan terhadap mantan ASN berinisial TPU itu.

“Penyidik tindak pidana khusus pada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat telah melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum atau tahap kedua kepada tersangka TPU,” ujar Reopan di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, penuntut umum telah menyatakan hasil penyidikan lengkap dan memenuhi syarat formil serta materiel. Selanjutnya, penuntut umum segera melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Tipikorpada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dia menuturkan, TPU ditahan atas laporan warga terkait tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan surat pernyataan ahli waris dengan nilai kerugian ratusan juta rupiah.

BACA JUGA :  TTI Bongkar Paket Konsultan Dayah Aceh Rp12,5 Miliar, Ada Perencana dan Pengawas Perusahaan yang Sama

Saat itu TPU menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Sukabumi Selatan. TPU meminta bagian atas penerbitan surat pernyataan ahli waris dari almarhum P, suami dari korban. Surat itu dilakukan untuk pencairan rekening almarhum di Bank BSM Cabang Simpruk.

BACA JUGA :  Dugaan "Titipan Buku" Pakai Dana BOS Hebohkan Disdikbud Aceh Timur, LSM KANA Desak Kejati Aceh Usut Tuntas, Menurut Kadis Kepada Guru Buku ini Titipan Dari "Baju Coklat"

TPU meminta jatah sebanyak 35 persen bagian dari hasil pencairan rekening tersebut. “Setelah saksi KM selesai mencairkan uang dari rekening almarhum P, selanjutnya melalui transfer saksi KM menyerahkan sejumlah uang ke rekening tersangka,” ucapnya.(IN/Red)