Perselisihan Berujung Ayah Bunuh 2 Anak Lalu Gantung Diri di Tangerang

oleh -219.579 views

Tangerang I Realitas – Perselisihan Berujung Ayah Bunuh 2 Anak Lalu Gantung Diri di Tangerang.

Kasus kematian sekeluarga di Tangerang bikin geger, Sabtu (13/6/2020). Ayah dan dua anaknya ditemukan tewas mengenaskan. Terungkap, bahwa sang ayah lah yang membunuh kedua anaknya lalu bunuh diri.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan pelaku R atau sang ayah sebelum gantung diri diduga membunuh kedua anaknya yang masih di bawah umur. Anaknya yang berusia 13 tahun ditemukan tewas terikat tali di bagian leher di sebuah kamar.

Sedangkan anak kedua yang masih balita berusia 3 tahun sudah tak bernyawa di kamar mandi. Jasadnya pertama kali ditemukan dalam kondisi tenggelam di dalam sebuah bak.

“Anak-anak diduga dibunuh oleh R sebelum dia melakukan bunuh diri,” kata Ade di Tangerang.

BACA JUGA :   DPRA Dukung Masa Jabatan Keuchik Dalam Revisi UUPA Disesuaikan Dengan UU Desa

Hal ini diperkuat dari keterangan saksi yang pertama kali datang ke lokasi kejadian pada Kamis (11/6). Saat itu, terdengar ledakan dari rumah korban yang diduga berasal dari pembakaran sampah di dalam rumah.

Saksi yang datang melakukan inisiatif mendobrak pintu karena terkunci dari dalam. Setelah itu, ditemukan ada 3 orang dalam kondisi sudah tak bernyawa. Hal ini pun diperkuat dengan hasil autopsi yang disampaikan oleh RSUD Balaraja.

“Jadi kita temukan fakta, dua meningal, satu sudah pasti bunuh diri karena hasi autopsi begitu. Yang dua (anak) karena tidak ada orang lain yang masuk, maka diduga pelakunya si orang bunuh diri itu,” ungkap Ade.

BACA JUGA :   Apdesi Aceh Datangi Kantor Gubernur Minta Sikapi Perubahan UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

Dari penyelidikan juga diketahui bahwa pelaku R rupanya sempat meluapkan ancaman pembunuhan ke istrinya. Ia juga diketahui sebagai pria tempramental.

Di pertengahan puasa pada April 2020, R pernah mengancam akan membunuh istrinya. Hal ini kemudian terulang pada Rabu (10/6) sekira pukul 22.00 WIB atau sebelum peristwa memilukan itu terjadi. R dan istrinya itu cekcok.

Pelaku R, kata Kapolres mengatakan bahwa kalau tidak menemui anak-anak, ia akan menyesal di kemudian hari. Itu jadi kata-kata terakhir pelaku yang tempramen ke istrinya. Saat kejadian, istrinya tengah pulanh ke rumah orangtuanya.

“Waktu malam kejadian ribut lagi, mengancam membunuh lagi dan mengatakan akan menyesal tidak akan bertemu anak-anak lagi, itu katanya,” ujar Ade.(Dtc/Red)