BALI I Realitas – Pemerintah Provinsi Bali terus memperketat pemantauan pergerakan orang masuk dan keluar. Kali ini ratusan santri Bali yang mudik massal dari Banyuwangi, Jawa Timur pun harus menjalani rapid test corona.
Ratusan besar santri dari Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, tiba di Terminal Mengwi, Badung, Bali. Mereka menggunakan enam bus berukuran besar.
Begitu tiba di area kedatangan terminal, penumpang bus tak bisa langsung turun dari tempat duduk. Sejumlah relawan dan petugas menggunakan peralatan lengkap dengan sigap menyemprotkan disinfektan.
Sementara para santri yang turun satu per satu diarahkan mencuci tangan di wastafel dan wajib masuk ke bilik sterilisasi. Protokol kesehatan yang dijalani para santri tak berhenti sampai di situ.
Para santri selanjutnya di bagi menurut daerah tujuan masing-masing untuk kemudian menjalani skrining kesehatan dari petugas berpakaian lengkap. Mereka dicek suhu tubuhnya dan menjalani rapid test corona untuk mengantisipasi penyebaran sekaligus pencegahan virus corona di Bali.
Pelaksanaan rapid test tak memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 20 menit. Petugas harus mengambil sampel darah dari ujung jari para santri. Jika hasil rapid test negatif, mereka diizinkan pulang. Namun, mereka wajib menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari sesuai protap anjuran pemerintahterkait pencegahan Covid-19 karena kini para santri masuk dalam ODP.
“Dengan tenaga yang sudah disiapkan, Badung siap menjalani rapid test untuk ratusan santri ini,” kata Kasi Surveilan Dinas Kesehatan Badung I Gusti Agung Alit Naya, Senin (6/4/2020).
Secara keseluruhan jumlah santri gelombang keempat yang mudik massal ke Bali berjumlah 191 orang, dengan rincian 124 orang santri berasal dari denpasar, 42 orang dari Badung , 3 orang dari Tabanan, 14 orang dari Gianyar, dan masing-masing 4 orang santri dari Klungkung dan Karangasem.
Pemulangan santri lebih awal karena saat ini para santri memasuki musim liburan sekaligus menekan persebaran Covid-19. Sebelum mudik ke Bali, para santri juga telah menjalani karantina selama 14 hari di pondok pesantrennya masing-masing.(IN/Red)



