Tanggap Virus Corona Pemkab Bireuen Terkesan Lambat

oleh -11.201 views

IDUL FITRI

Bireuen I Realitas – Tanggap Virus Corona Pemkab Bireuen Terkesan Lambat

Sebagai langkah tanggap dengan penularan Virus Corona, Pemerintah kabupaten Bireuen. Terkesan lambat mempersiapkan diri untuk melawan virus Corona.

Mestipun Pemerintah Indonesia merespons mewabahnya virus corona (COVID-19) dengan mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden.

Gugus Tugas dibuat karena telah terjadi keadaan tertentu dengan adanya penularan COVID-19 di Indonesia yang perlu diantisipasi dampaknya dan dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Namun sampai saat ini pemerintah kabupaten Bireuen. Terlihat belum juga peka dengan (Gugus ) tugas percepatan penanganan (Covid-19).

Pasalnya sampai saat ini belum terlihat bosko para tim relawan (Gugus) yang terbentuk untuk tugas percepatan penanganan Corona di wilayah khususnya di kabupaten Bireuen.

Namun ketua (Gugus) percepatan penanganan (Covid-19). Kabupaten Bireuen. Dr. Irwan yang di konfirmasi media ini Jum,at 27/ Maret 2020 melalui telepon seluler pribadinya mengatakan dengan singkat saya ada acara.

Sekdakab Bireuen, Ir Zulkifli Sp yang dikonfirmasi terkait masalah itu mengaku, pihaknya sudath menggelar rapat untuk perubahan status dari siaga darurat bencana, menjadi tanggap darurat bencana, sesuai surat edaran gubernur dan inpres No 4 tahun 2020.

Menurutnya, dinas terkait sudah melakukan berbagai langkah, untuk menyikapi kondisi ini. Termasuk, mengingatkan super market agar tidak menjual bahan makanan pokok, secara berlebihan kepada konsumen, supaya bisa menjaga ketersediaan stok pangan di pasaran.

“Saat ini kami sudah mengusulkan alat pelindung diri ke propinsi, itu sesuai laporan Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSU dr Fauziah, selain juga telah melakukan langkah-langkah, untuk dapat mengantisipasi,” jelasnya.

Disebutkannya, saat ini di Bireuen sudah ada 40 orang dalam pantauan (ODP), tetapi untuk pasien dalam pantauan (PDP) belum ada temuan. Guna menangani masyarakat, RSU dr Fauziah saat ini sedang mempersiapkan ruangan rawat khusus, di rumah-rumah dokter yang berada dalam komplek rumah sakit itu. (Reza/Yudi)